Puncak Mudik Nataru Terjadi 24 Desember, Korlantas Catat Tren Positif

0
DNY00176-1170x780 (1)

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat tren positif dalam pengamanan arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama periode mudik, angka kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia dilaporkan mengalami penurunan signifikan hingga 23,23 persen, seiring dengan penguatan pengawasan dan rekayasa lalu lintas di berbagai ruas jalan.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan hasil evaluasi sementara tersebut saat meninjau kondisi arus mudik di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (26/12/2025).

“Hasil evaluasi sore ini, alhamdulillah, kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia turun 23,23 persen,” ujar Irjen Pol Agus.

Meski capaian tersebut dinilai positif, Korlantas Polri menegaskan bahwa upaya menekan angka kecelakaan tetap menjadi prioritas utama selama periode Nataru. Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah penegakan hukum terhadap kendaraan sumbu tiga atau truk besar yang melanggar ketentuan pembatasan operasional.

Menurut Irjen Pol Agus, kendaraan sumbu tiga dilarang melintas di jalan tol selama masa pembatasan Nataru dan hanya diperbolehkan menggunakan jalan arteri pada jam tertentu.

“Kami akan melakukan penegakan, baik itu tilang, teguran, atau dikeluarkan dari jalan tol. Kendaraan sumbu tiga hanya boleh melintas di jalan arteri mulai pukul 17.00 hingga dini hari sampai pagi,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para pengusaha angkutan barang agar mematuhi kebijakan tersebut dan memberikan instruksi tegas kepada para pengemudi truk besar. Menurutnya, pengaturan ini diterapkan semata-mata untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan.

“Saya mengimbau kepada para pengusaha demi keselamatan dan kelancaran, karena Operasi Natal dan Tahun Baru ini adalah operasi kemanusiaan,” ungkapnya.

Selain mengevaluasi aspek keselamatan, Korlantas Polri juga memaparkan perkembangan arus mudik Nataru. Hingga Jumat (26/12/2025), tercatat sekitar 1,36 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta. Jumlah tersebut setara dengan 47 persen dari proyeksi 2,9 juta kendaraan yang diperkirakan keluar dari wilayah Jakarta menuju arah Trans Jawa dan Sumatra.

Irjen Pol Agus menjelaskan bahwa puncak arus mudik telah terjadi pada 24 Desember 2025, sesuai dengan prediksi awal yang disusun oleh Korlantas Polri.

“Puncak arus mudik terjadi pada tanggal 24. Dari proyeksi 2,9 juta kendaraan, sampai saat ini sudah 47 persen yang meninggalkan Jakarta,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, kepadatan lalu lintas sempat terjadi di sejumlah kawasan wisata, seperti Gadog, Malioboro Yogyakarta, serta Karanganyar, Jawa Tengah. Namun, kondisi tersebut dapat dikendalikan melalui rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Menuju tempat wisata memang terjadi kepadatan, tetapi wilayah sudah melakukan langkah-langkah antisipasi,” kata Irjen Pol Agus.

Selain kepadatan di jalur wisata, perlambatan arus lalu lintas juga sempat terjadi akibat kecelakaan di beberapa ruas jalan tol pada pagi hari. Korlantas Polri segera melakukan penanganan cepat, termasuk penerapan contraflow, sehingga kondisi lalu lintas kembali normal.

“Pagi tadi ada sedikit perlambatan karena peristiwa kecelakaan, tetapi sudah kita antisipasi. Dari pagi memang kita lakukan contraflow,” jelasnya.

Menghadapi fase berikutnya, Irjen Pol Agus memprediksi puncak arus balik libur Nataru akan mengalami pergeseran. Jika sebelumnya diperkirakan terjadi pada 2 Januari 2026, kebijakan work from anywhere (WFA) dinilai berpotensi menggeser puncak arus balik ke 4 Januari 2026.

“Ketika ada kebijakan pemerintah tentang WFA, ini ada pergeseran arus balik. Yang kita rencanakan tanggal 2 Januari, kemungkinan bisa bergeser ke tanggal 4 Januari,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri akan melakukan penebalan personel di sejumlah titik rawan kepadatan. Pada masa arus balik, diperkirakan sekitar 2,8 juta kendaraan akan kembali menuju Jakarta.

“Oleh sebab itu, ada kebijakan penebalan personel pada saat arus balik nanti. Proyeksi arus balik ini sekitar 2,8 juta kendaraan, sehingga harus kita persiapkan betul,” kata Irjen Pol Agus.

Ia menegaskan bahwa seluruh pergerakan arus balik, baik dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, maupun Sumatra, akan dikelola secara terpadu agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.

“Pada saat arus balik nanti semuanya akan menuju Jakarta. Baik dari Trans Jawa maupun dari Sumatra, itu harus kita kelola,” ucapnya.

Korlantas Polri memastikan telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk contraflow dan one way, untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan.

“Kalau bisa terurai, ada yang balik tanggal 2 dan ada yang tanggal 4, tentu lebih ringan. Tapi kalau puncaknya di tanggal 4, kami sudah siap dengan seluruh skenario,” pungkas Irjen Pol Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *