Polri Perkuat Penanganan Pasca Bencana, 1.500 Personel Diberangkatkan ke Aceh, Sumut dan Sumbar

0
90c685e3-cdf5-4729-8248-1785b6a1f7b3_89073

Polri kembali memperkuat penanganan bencana di wilayah Sumatera dengan memberangkatkan 1.500 personel ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Polri, Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, melalui apel gabungan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jumat pagi.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari evaluasi penanganan bencana selama sebulan terakhir. Wakapolri menegaskan, penambahan pasukan dan peralatan pendukung diperlukan untuk mempercepat mitigasi, distribusi bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan bagi korban terdampak.

“Sesuai perintah Kapolri, hari ini Polri memberangkatkan pasukan lengkap dengan peralatan pendukung. Evaluasi selama satu bulan menunjukkan perlunya penguatan personel di lapangan,” ujar Komjen Dedi.

Sebanyak 600 personel atau dua batalion ditempatkan di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, sementara 900 personel Brimob Nusantara melakukan apel serentak baik di Mabes Polri maupun di wilayah masing-masing. Personel tambahan juga berasal dari berbagai Polda di luar Sumatera, termasuk Sumatera Selatan, Banten, DIY, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan, masing-masing 100 personel.

Total personel Polri yang terlibat dalam operasi penanggulangan bencana hingga akhir 2025 tercatat mencapai 8.613 orang. Polri menekankan koordinasi lintas wilayah agar respons terhadap korban bencana berjalan cepat dan efisien.

Dalam mendukung operasi, Polri menyalurkan total 7.598 ton bantuan logistik. Bantuan Mabes Polri tercatat sebanyak 3.145,8 ton, sedangkan Polda jajaran menyumbang 4.445,2 ton. Distribusi dilakukan melalui tujuh helikopter, empat kapal, serta dua pesawat Fokker dan CN, memastikan barang bantuan sampai ke lokasi terdampak secara tepat waktu.

Wakapolri menegaskan bahwa fokus utama operasi adalah mitigasi bencana, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta identifikasi korban terdampak. Evaluasi kebutuhan lapangan akan terus dilakukan hingga awal 2026 untuk memastikan seluruh korban mendapatkan bantuan yang memadai.

“Seluruh kebutuhan akan terus dievaluasi hingga Januari dan Februari 2026. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan pasca-bencana,” jelas Wakapolri.

Selain mengerahkan pasukan dan logistik, Polri juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan pemerintah daerah. Sinergi ini menjadi kunci agar operasi kemanusiaan berjalan efektif. Selain fokus pada penyelamatan korban, Polri juga memastikan keamanan wilayah terdampak tetap terkendali selama proses pemulihan berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *