Purbaya Bantah Rupiah Melemah karena Isu Independensi BI

0
Wismu_3

El John News, Jakarta-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat tidak berkaitan dengan isu terganggunya independensi Bank Indonesia (BI). Pernyataan ini disampaikan untuk merespons spekulasi pasar menyusul diusulkannya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI.

Purbaya menilai anggapan tersebut terlalu berlebihan dan tidak berdasar. Menurutnya, independensi Bank Indonesia tetap terjaga dan tidak akan terpengaruh oleh proses pengisian jabatan di bank sentral yang dilakukan sesuai mekanisme perundang-undangan.

“Banyak yang berspekulasi independensi BI akan hilang. Saya kira tidak seperti itu”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, 20 Januari 2026

Ia menekankan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah lebih ditentukan oleh kondisi fundamental ekonomi nasional. Oleh sebab itu, fokus utama pemerintah adalah menjaga dan memperkuat fondasi ekonomi agar stabilitas nilai tukar dapat kembali terjaga.

Purbaya optimistis, ketika pelaku pasar melihat fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, nilai rupiah akan kembali menguat secara alami. Ia menambahkan, perbaikan fundamental juga akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.

 
“Nanti kalau begitu insaf, rupiahnya langsung menguat lagi, karena fondasi ekonominya kita jaga supaya semakin membaik ke depan. Pertumbuhan ekonomi juga akan semakin cepat,” beber dia.

Untuk menjaga fondasi ekonomi tersebut, pemerintah dan otoritas terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah memastikan likuiditas sistem keuangan tetap berada pada level yang memadai. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas sektor keuangan lainnya.

Selain itu, pemerintah berupaya mempercepat realisasi belanja negara sejak awal tahun guna mendorong aktivitas ekonomi. Dengan belanja pemerintah yang berjalan optimal, diharapkan roda perekonomian di berbagai sektor dapat bergerak lebih cepat.

Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada perbaikan iklim investasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan satuan tugas debottlenecking yang bertujuan menghilangkan berbagai hambatan struktural, baik dari sisi penawaran maupun permintaan ekonomi. Sinkronisasi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil juga terus diperkuat.

Dengan berbagai langkah tersebut, Purbaya menyatakan keyakinannya bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen dapat dicapai. “Taget enam persen itu tidak terlalu sulit. Tahun ini bisa, karena respon ekonomi terhadap stimulus memang cenderung agak lambat, sekitar beberapa bulan, (baru terlihat dampaknya),” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *