Putra Putri Binaan Yayasan EL JOHN Indonesia Meriahkan Charity Dinner Renovasi Gereja St. Vincentius A Paulo

Acara Charity Dinner yang digelar oleh KRIS (Kill Covid-19 Relief International Service) bekerja sama dengan Yayasan Adharta dan Paroki Santo Vincentius A Paulo berlangsung meriah di Restoran Angke Heritage PIK2 pada Rabu malam, (26/11/2025). Kegiatan amal ini digelar sebagai bentuk kepedulian untuk mendukung renovasi Gereja St. Vincentius A Paulo, salah satu gereja bersejarah di wilayah Keuskupan Bogor, khususnya Paroki Gunung Putri.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tamu kehormatan, tokoh masyarakat, perwakilan komunitas keagamaan, dan para donatur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian rumah ibadah dan pengembangan pelayanan pastoral. Suasana malam itu menjadi semakin hangat dengan kehadiran 10 Putra dan Putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia, yang hadir untuk mendukung kegiatan penggalangan dana sekaligus memberikan sentuhan semangat bagi para undangan.
Para putra dan putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia hadir dengan penuh percaya diri dan keramahan. Mereka aktif menyapa tamu undangan, berbincang hangat, dan menjadi jembatan interaksi di antara para peserta acara. Banyak tamu undangan yang meminta berfoto bersama, sebuah momen yang tidak hanya mempererat suasana, tetapi juga memperlihatkan dukungan generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial.
Kehadiran mereka memberi warna tersendiri di tengah acara, mempertegas bahwa gerakan solidaritas untuk sesama dapat melibatkan semua kalangan, termasuk generasi muda berbakat yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan komunitas religious


Miss Entrepreneur Indonesia 2025, Inggrid Chandra, yang menjadi salah satu putri yang hadir membagikan kesannya mengenai keterlibatannya dalam kegiatan penggalangan dana tersebut. Ia mengaku merasakan perpaduan antara kebahagiaan dan keprihatinan.
“Perasaan saya senang bisa bertemu dengan orang-orang hebat, tapi di sisi lain sedih. Saya baru menyadari bahwa masih banyak gereja di luar sana yang kondisinya belum memadai dan membutuhkan bantuan dari kita semua,” ujar Inggrid.
Inggrid juga mengaku sangat tersentuh dengan kehadiran para tamu undangan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial.
“Saya benar-benar terharu. Ternyata masih banyak sekali orang yang punya jiwa sosial besar dan ingin membantu tanpa memandang siapa yang dibantu,” katanya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa solidaritas masih menjadi nilai penting di tengah masyarakat. Ia berharap penggalangan dana tersebut dapat memberikan hasil nyata bagi renovasi gereja sehingga umat bisa beribadah dengan lebih nyaman setiap minggunya.


Hal senada juga disampaikan Miss Medica Indonesia 2025, Regina Inca. gadis cantik kelahiran Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung ini, mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan amal tersebut menjadi pengalaman yang berkesan. Menurutnya, acara ini membuka matanya tentang kondisi bangunan gereja yang selama ini masih jauh dari memadai dan membutuhkan uluran tangan umat.
Ia juga tersentuh setelah mendengar kesaksian seorang anak dari paroki tersebut mengenai kondisi gereja yang kerap mengalami kebocoran saat hujan, namun tetap dipenuhi jemaat yang setia beribadah. Hal ini, menurut Regina, menunjukkan besarnya keteguhan dan semangat umat dalam menjaga kehidupan gereja.
“Tadi ada seorang anak kecil bersaksi bahwa selama ibadah, air hujan sering masuk ke dalam dan mengganggu mereka. Tapi mereka tetap bertahan, tetap berharap, bahkan sudah 25 tahun menunggu gereja ini benar-benar dibangun. Puji Tuhan, sebentar lagi harapan itu akan terwujud. Saya dan teman-teman sangat senang bisa menjadi bagian dari acara ini.”
Regina berharap renovasi yang direncanakan dapat segera terlaksana dan menghadirkan kenyamanan bagi para jemaat. Ia juga optimistis bahwa fasilitas ibadah yang lebih baik dapat mendorong semakin banyak umat untuk hadir beribadah setiap minggu.
“Harapan saya, setelah gerejanya diperbaiki, semakin banyak umat yang datang beribadah. Tadi saya melihat sendiri betapa besarnya hati para umat di sana. Meskipun kondisi gereja masih sederhana dan ibadah sering terganggu, mereka tetap datang setiap minggu. Itu luar biasa,” ungkapnya.


World Miss University Indonesia 2025 Monica Tri Jayanti juga ikut menyuarakan hal yang sama. Bagi Monica, momen tersebut menjadi pengalaman berarti sekaligus kesempatan perdananya menghadiri acara sosial dalam kapasitas sebagai World Miss University Indonesia.
Monica mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat terlibat dalam kegiatan penggalangan dana yang membawa dampak nyata bagi umat.
“Terima kasih kepada Yayasan EL JOHN Indonesia. Ini adalah acara sosial pertama yang saya datangi, dan sangat berkesan karena dikhususkan untuk membantu pembangunan gereja Katolik,” ujar Monica.
“Sebagai seorang Katolik, saya tahu masih banyak gereja yang kondisinya belum memadai. Jadi saya berharap acara seperti ini bisa membuka mata umat bahwa ada banyak gereja di daerah-daerah yang masih membutuhkan bantuan,” sambungnya.
Monica menilai kegiatan penggalangan dana tidak semestinya digelar sekali saja, tetapi perlu dilakukan secara rutin agar dampaknya semakin luas.
“Menurut saya acara seperti ini sangat penting untuk terus digalakkan. Di daerah-daerah pelosok, termasuk tempat saya berasal di Kalimantan Timur, masih banyak gereja yang membutuhkan dukungan pembangunan,” jelasnya.
