Gubernur Pramono Perkuat Kerja Sama Jakarta–Berlin untuk Kota Cerdas dan Transportasi Hijau

0
siaranpers_pemprov_dki-20251127161322_7bnz4w_807

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar pertemuan strategis dengan pimpinan GIZ (German Corporation for International Cooperation) serta perwakilan BMZ (Federal Ministry for Economic Cooperation and Development) di Rotes Rathaus, Berlin, belum lama ini. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Jakarta dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang transformasi digital, inovasi perkotaan, dan mobilitas berkelanjutan.

Dalam dialog tersebut, Gubernur Pramono menyampaikan penghargaan atas dukungan Jerman dan Uni Eropa melalui sejumlah program pembangunan kapasitas, termasuk inisiatif Smart Change yang dinilai berperan besar mempercepat langkah digitalisasi Jakarta. Ia menekankan bahwa posisi Jakarta bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga mitra aktif yang berkontribusi dalam pembentukan model kota masa depan berbasis kolaborasi global.

“Kerja sama Jakarta–Berlin melalui GIZ bukan hanya sebatas administrasi. Ini adalah upaya bersama untuk mendorong inovasi yang membuat kota semakin inklusif, ramah bagi manusia, dan efisien,” ujar Pramono.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan itu adalah penguatan Jakarta Future City Hub, sebuah platform kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, komunitas startup, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil. Melalui wadah ini, Jakarta dan GIZ telah menghasilkan 40 rekomendasi kebijakan, mendukung 89 startup, melatih 24 inkubator bisnis, serta melibatkan lebih dari 15.800 peserta dalam program inovasi publik.

Pramono menegaskan bahwa Future City Hub merupakan investasi jangka panjang. “The Hub bukan hanya proyek sementara. Ini adalah landasan untuk perjalanan transformasi digital Jakarta ke depan, tempat eksperimen kebijakan dan inovasi berbasis data terus hidup dan berkembang,” ujarnya.

Selain membahas sektor digital, pertemuan tersebut juga mendiskusikan peluang perluasan kerja sama di bidang mobilitas hijau. Jakarta menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik pada 2030, dan Gubernur membuka peluang kolaborasi dalam riset, pilot project, serta implementasi big data dan kecerdasan buatan untuk manajemen armada dan perencanaan rute.

“Kami melihat ruang kerja sama pada digitalisasi layanan TransJakarta, penerapan Mobility as a Service, serta integrasi data antar-moda untuk menghadirkan transportasi yang lebih nyaman, efisien, mudah diakses, dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Menutup pertemuan, Pramono menyampaikan optimismenya bahwa kemitraan dengan GIZ dapat menjadi contoh kolaborasi kota global dalam menghadapi tantangan urbanisasi dunia. Ia juga mengundang GIZ memperluas kerja sama teknis pada fase lanjutan transformasi kota.

“Perjalanan kita masih panjang. Dengan visi yang konsisten dan keberanian berinovasi, kita bukan hanya mengatasi tantangan Jakarta, tetapi juga memberi inspirasi bagi kota-kota lain di Asia dan dunia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *