EconomicFoodHeadline NewsPageants

Putri Kopi Indonesia 2019: Hari Kopi Internasional Jadi Momentum Tingkatkan Promosi dan Kesejahteraan Petani

Kopi tak hanya sebagai sekedar minuman seduhan, ternyata kopi memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang sehingga keberadaannya patut diperingati. International Coffee Organization (ICO) telah menetapkan setiap tanngal 1 Oktober  sebagai Hari Kopi Internasional.

Perjalanan ditetapkan Hari Kopi Iternasional  itu berawal dari dua versi soal penanggalan peringatan Hari Kopi Intenational atau biasa disebut pula World Coffee Day.

Versi pertama menyebut 29 September, lainnya pada 1 Oktober. Awalnya, sekitar 17 negara yang merayakan Hari Kopi pada 29 September seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Skotlandia, Ethiopia, Britania Raya, dan Australia.

Akibat munculnya dua versi ini, ICO pun bersikap dengan menggelar sidang Pada Maret 2014. Dalam sidang tersebut menetapkan setiap tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kopi Internasional dan perayaan pertamanya digulirkan di Milan, Italia pada tahun 2015.

Putri Kopi Indonesia 2019 Adila Amalia Irvan menyambut baik, kehadiran  Hari Kopi Internasional. Menurut Putri binaan Yayasan El John Indonesia ini, perayaan Hari Kopi Internasional dapat dijadikan momentum  bersama untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi.

“Saya melihat dengan adanya Hari Kopi Internasional maka kita mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tidak lupa kita untuk dapat mengingat dan menyejahterakan para petani kopi serta mendorong lagi pengeksporan kopi Indonesia,” kata Adila saat dihubungi Tim El John News, Jumat (4/9/2019).

Adila menilai, Hari Kopi Internasional perlu dirayakan seperi hari besar internasional lainnya. Peryaan dapat dikemas melalui kegiatan positif yang muaranya dapat mempromosikan kopi indonesia kepada dunia.

“Untuk hari Kopi Internasional sendiri menurut saya sangat perlu dirayakan. Karena selain sebagai satu kegiatan positif yang berdampak besar tidak hanya untuk promosi dan untuk perekonomian mulai dari petani kopi, pengusaha dibidang kopi tapi juga dapat meningkatkan devisa negara. Apalagi jika kita bisa saling bersinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk lebih aktif memperkenalkan Kopi Indonesia di kancah Dunia,”  ujar Puteri dari pasangan .Irvan dan Nurmala Pagalla ini.

Sebagai duta kopi, Adila siap memperkenalkan kopi indonesia kepada masyarakat  internasional. Bahkan,  Adila juga telah melakukan aksi nyata. “Untuk peran nyata, saya sudah membantu beberapa industri Kopi dalam hal ini UKM yang ada di Sulawesi Selatan untuk menjadi promotor mereka, salah satunya melalui Hari Kopi Internasional,” ungkap mahasiswi Universitas Fajar Makassar, Jurusan  Sastra inggris ini.

Seperti di Indonesia, kopi menjadi komoditas perkebunan dengan penghasil devisa terbesar keempat setelah minyak sawit, karet dan kakao. Ekspor kopi Indonesia berdasarkan data BPS yang diolah Ditjen. Perkebunan pada semester 1 tahun 2019 menunjukkan hal yang menggembirakan dimana volume ekspor naik 19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. Hal ini juga di ikuti oleh peningkatan nilai ekspor dengan persentase 9% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Sampai dengan bulan Juni 2019, ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar 138,6 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai USD 392,5 juta dimana Negara utama tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, Mesir, Malaysia, Italia dan Jepang dengan volume yang mencapai lebih dari 83 ribu ton. Berdasarkan kode HS, ekspor terbesar berupa biji Kopi Arabika WIB atau Robusta OIB (tidak digongseng, dengan kafein) yang mencapai 136,2 ribu ton pada semester 1 tahun 2019. Di pasar global, perdagangan komoditas kopi dibagi beberapa tipe produk; mulai dari biji kopi murni hingga olahan dan mixed coffee.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close