Putri Pariwisata Indonesia 2016 Dukung Hentikan Kekerasan, Eksploitasi dan Persekusi
Belakangan ini masyarakat dihebokan dengan munculnya berbagai kasus perkusi. Perkusi adalah Pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah atau ditumpas. Bahkan sejumlah media massa menjadikan berita perkusi sebagai headline di halamannya . Banyak orang yang menilai Kasus ini muncul setelah kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahja Purnama selesai disidangkan. Ironisnya, yang menjadi korban dalam kasus perkusinya kerap adalaj perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, kasus lain seperti kekerasan dan eksploitasi juga marak terjadi di Indonesia dan negara lainnya, khususnya di kawasan ASEAN.
Mencermati kondisi tersebut, Organisasi perempuan dan pemerhati anak Sulawesi Utara menggelar acara deklarasi “Stop Kekerasan Eksploitasi dan Persekusi Pada Perempuan dan Anak” di Rarampa Restaurant Jakarta Selatan, Rabu, 21 Juni 2017. Acara ini turut dihadiri Putri Pariwisata Indonesia 2016 Lois Merry Tangel.
Kehadiran Lois sangat berarti di acara ini karena Lois ada sosok ikon yang bisa mebangkitkan semangat masyarakat untuk melawan segala Kekerasan, Eksploitasi Dan Persekusi terhadap perempuan dan anak. Bahkan Lois diberi kesempatan untuk membacakan langsung deklarasi ini. Setelah dibacakan, kemudian deklarasi ditandatangani oleh Lois, pengurus Organisasi perempuan pemerhati anak Sulawesi Utara dan para tamu undangan.
Dalam acara deklarasi ini juga digelar Talkshow yang menghadirkan pembicara dari Deputy Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PP dan PA, Por. DR. Dr Vennetia Danes, Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait, Psikolog Anak Ratih Ibrahim, Putri Indonesia Perdamaian 2017 Dhea G Rizkita dan Toko Perempuan Indonesia Linda Guimelar. Acara Deklarasi ditutup dengan buka puasa bersama.

