PageantsTourism

Putri Pariwisata Indonesia 2019 Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Selama Berwisata

Tidak sedikit objek wisata yang telah dibuka di daerah, setelah sempat ditutup sementara akibat pandemi Covid-19.  Pembukaan yang dilakukan di masa transisi menuju kenormalan baru ini,   merujuk pada  keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di  setiap daerah dan  didukung oleh pemerintah setempat.

Meski dibuka namun pihak pengelola harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan, bukan hanya kepada pengunjung namun juga kepada pegawainya. Penggunaan masker, selalu cuci tangan dan jaga jarak menjadi bagian protokol kesehatan yang harus dipatuhi kepada  wisatawan.

Dibukanya sejumlah objek wisata ini,  disambut baik Putri Pariwisata Indonesia 2019 Clarita Mawarni Salem. Kepada tm liputan El John News, Senin (20/7/2020), Mawar mengatakan pembukaan ini menandakan bahwa pariwisata Indonesia masih ada, bahkan dapat bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Mawar menjelaskan, momen ini menjadi obat rindu masyarakat yang  sudah lama tidak dapat menikmati indahnya berwisata. “Banyak orang yang mengalami cabin fever yaitu masa di mana seseorang mengalami gangguan mental karena kekurangan rekreasi jenuh bosan dan bahkan sampai stress sehingga orang orang ini sangat membutuhkan rekreasi,” kata wanita berparas cantik ini.

Mawar menegaskan, meski objek wisata sudah dioperasikan kembali, namun ada aturan baru yang harus ditaati pengunjung, yakni diterapkannya protokol kesehatan.  Hal tersebut penting, agar kesehatan, keselamatan dan kenyamanan pengunjung  dapat terjaga di saat melakukan wisata. Mawar berharap, wisatwan selalu patuhi protokol kesehatan yang diterapkan di setiap objek wisata.

“Bagi para pengunjung atau wisatawan yang ingin berkunjung di masa transisi saat ini harap memahami protokol yang ada di obyek wisata yang ingin dikunjungi dan juga jangan lupa untuk menjaga kesehatan diri sendiri serta kesehatan orang lain dengan selalu menggunakan masker menjaga jarak dan juga selalu menggunakan Hand sanitizer sehabis bersentuhan dengan apapun/siapapun,” ujar wanita kelahiran NTT ini.

Kepada pihak pengelola objek wisata. Mawar juga berharap agar protokol kesehatan yang ditetapkan sesuai dengan anjuran Pemerintah. Jangan sampai, pihak pengelola asal-asalan dalam penerapan protokol kesehatan yang dapat mengancam keselamatan pengunjung.

“Pengelola obyek wisata harus memahami protokol yang benar untuk membuka obyek wisata nya di masa Pandemi pengelola obyek wisata juga harus tegas dengan aturan yang mereka buat yaitu pengunjung yang masuk tidak melebihi kapasitas dan juga pengelola obyek wisata harus tegas kepada orang orang yang tidak mempedulikan protocol seperti tidak menggunakan masker. Pengelola obyek wisata juga harus selalu tentunya menyediakan Hand sanitizer di object wisata mereka,” ungkap Mawar.

Selain itu, Mawar juga berpesan kepada Pemerintah untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di  objek wisata. Pengawas harus dilakukan secara rutin untuk memastikan protokol kesehatan ini dipatuhi secara benar oleh pengunjung. Tak hanya dari Pemerintah, pengelola objek wisata juga diwajibkan untuk membentuk tim pengawas protokol kesehatan.

“Tentu saja harus ada pengawasan di setiap obyek wisata karena faktanya sampai saat ini masih banyak orang yang mengabaikan protokol kesehatan pemerintah yang berkaitan dengan Pandemi saat ini Dan masih banyak orang yang hanya peduli dengan dirinya sendiri dan tidak memikirkan orang lain sehingga beresiko tinggi untuk menyebarkan atau pun menularkan covid 19 ini. maka dari itu harus ada pengawas dari pihak pengelola obyek wisata atau pun pemerintah agar protokiol kesehatan dijalankan secara benar oleh para masyarakat,” terang Mawar.

Lebih lanjut, Mawar menyatakan kesiapannya untuk membantu mempromosikan pariwisata Indonesia, meski pandemi Covid-19 masih terjadi. Promosikan akan dilakukan Mawar dengan menekankan protokol kesehatan.

“Tentu saja penting karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sama halnya dengan manusia yang tidak bisa hidup sendiri karena membutuhkan orang lain. pengelola obyek wisata maupun Pemangku kepentingan hadir untuk bekerjasama dengan pemerintah, hadir sebagai tangan kanan pemerintah sehingga sudah  seharusnya kita semua bersama sama membantu pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata.  Dan kita sudah mempunyai peranan masing masing sehingga kita tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang sudah menjadi tugas serta kewajiban kita,” tegas Mawar.

Seperti diketahui, di masa transisi ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menerbitkan buku panduan protokol kesehatan.Buku ini ditujukan bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga diharapkan penerapan protokol kesehatan dapat berjalan dan diawasi dengan baik.

Buku panduan dibuat dengan memerhatikan faktor penting yang menjadi kebutuhan utama wisatawan pascapandemi Covid-19 yakni kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), keselamatan (safety), dan kelestarian lingkungan (environment).

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close