Headline News

Rakornas Kadin Bahas Sektor Pariwisata, Ini Rekomendasinya

Selasa kemarin, 3 Okttober 2017, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2017 resmi ditutup oleh Presiden Jokowi di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan , Jakarta. Sejumlah rekomendasi dari berbagai  sektor  dihasilkan dalam Rakornas ini, salah satu sektor   yang menjadi perhatian besar Kadin adalah pariwisata. Sektor ini merupakan satu dari  14 kluster (simultan) yang dibahas para peserta rakornas.

Tema yang diangkat dalam membahas pariwisata ini  menyesuaikan dengan tema utama rakornas. Tema  utama rakornas berbunyi “Pemerintah Bersama Dunia Usaha Mendorong Penciptaan Lapangan Kerja, Mengurangi Tingkat Kemiskinan dan Kesenjangan” Sedangkan untuk tema kluster pariwisata atau subtema, yang diangkat yakni “Meningkatkan Industri Pariwisata, Industri Berbasis Budaya, MICE untuk Menciptakan Lapangan Kerja dan Memperkecil Kesenjangan Ekonomi”.

Dalam pembahasan kluster pariwisata ini, Kadin menghadirkan orang-orang hebat yang paham betul di dunia pariwisata diantaranya Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri  Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki- dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas  Hiramsyah S. Thaib. Keduanya hadir  sebagai pembicara.

Setelah dilakukan pembahasan yang serius akhir rakornas menyepakati tiga rekomendasi untuk kluster pariwisata. Rekomendasi itu sebagai berikut:

  1. Pengembangan Destinasi Pariwisata

Dalam pengembangan destinasi, marine tourism, menjadi poin pertama dalam pembahasan. Pembangunan cruise port sangat crusial dalam pengembangan peningkatan kunjungan Wisman ke Indonesia.

Rekomendasi berikutnya adalah adanya sistem reward dan punishment kepada pemerintah-pemerintah daerah yang kooperatif dan tidak kooperatif.

Tax incentive dan tax deductable juga menjadi rekomendasi karena dianggap penting untuk mendorong para pelaku usaha untuk bergerak di bidang pariwisata.

Rekomendasi terakhir adalah terkait MICE tourism, dimana pemerintah diharapkan dapat menjadi lokomotif wisatawan nusantara dalam MICE tourism

  1. Rekomensasi Pengembangan Pemasaran Pariwisata

Dalam pengembangan pemasaran, status Bandara Internasional membutuhkan dukungan perizinan dari Kemenhub, Airlines yang siap membuka direct flight, termasuk dukungan dari BUMN seperti Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

Kemudian terkait rekomendasi berikutnya, Usulan E-visa untuk mempermudah layanan imigrasi, terutama bagi yacht agar lebih efektif.

Rekomendasi selanjutnya yaitu Long-stay visa terutama bagi lansia serta Incentives, contohnya bagi airlines yang mampu mendatangkan sejumlah wisman dengan persyaratan tertentu.

  1. Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata

Dalam pengembangan industri dan kelembagaan pariwisata, Deregulasi menjadi poin pertama, kemudian dilanjutkan dengan rekomendasi Platform Digital Tourism, yang mampu menggabungkan pelaku usaha yang berfungsi sebagai market place.

Rekomendasi berikutnya yaitu ‎edukasi masyarakat, Sertifikasi profesi pariwisata melalui self-assessment agar mengurangi biaya serta Sertifikasi usaha pariwisata.

Dari rapat kluster 8, para pelaku usaha pariwisata di Kadin akan memformulasikan serangkaian rekomendasi dalam bentuk Laporan Tertulis tentang Masukan RAKORNAS KADIN 2017 yang kemudian diserahkan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia kepada Presiden RI.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button