Rakorsus Pemkot Makassar Berdampak Positif Bagi Kemajuan Kota

0
images

Rapat Kordinasi Khusus (Rakorsus) yang rutin diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar dinilai berdampak positif bagi kemajuan kota Makassar.

Rakorsus diadakan sebagai forum bagi para SKPD untuk menyampaikan program-program yang tidak jalan dan menyampaikan  apa masalah dan penyebabnya.

Wali kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menilai rapat Kordinasi Khusus (Rakorsus) menjadikan Makassar berhasil keluar dari keterpurukannya dan bangkit mendulang prestasi.

“Sebelum kita cetuskan rakorsus, saya waktu itu menjadi narasumber mempresentasikan home care di Bandung. Seperti dipakasiri’ (dipermalukan) kita waktu itu. Akhirnya, dimulailah Rakorsus mengevaluasi sekaligus membahas program ke depan dan kita sukses meraih empat predikat tertinggi nasional,” jelas Danny dalam Rakorsus di Hotel Sheraton, Senin, (29/1/2018).

Menurutnya, setelah adanya Rakorsus, program Makassar akhirnya diakui secara nasional dan menjadi percontohan yang diadopsi daerah-daerah lain.

Seperti program Home Care Dottoro’ta yang dijadikan program nasional telemedika nusantara, program kartu anak Makassar jadi Kartu Identitas Anak (KIA), dan lorong KB yang juga menjadi program nasional Kampung KB.

“Tak bisa dipungkiri, dari Rakorsus jugalah berbagai pencapaian bersejarah berhasil didapatkan. Seperti laporan atas penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) tertinggi, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua tahun berturut-turut, hingga hatrick Adipura,” imbuhnya.

Lanjut Danny, pencapaian ini tidak pernah ada sebelumnya, bahkan menjelang cuti, Danny kembali menyapu bersih tiga penghargaan dari Kementerian Pendayaguanaan Aparatur Negara (PAN RB), ditambah satu penghargaan terbaik dari yang terbaik secara nasional di bidang pelayanan publik.

“Tradisi Rakorsus ini bertujuan untuk bagaimana semua elemen SKPD mengetahui apa saja yang akan kita kerjakan tahun ini sekaligus mengevaluasi apa saja yang telah kita kerjakan tahun sebelumnya. Sehingga ada peretasan komunikasi dan persamaan persepsi antar SKPD,” pungkasnya.

“Hal ini sangat penting untuk membangun sebuah birokrasi yang baik dan professional. Mendapatkan penghargaan terbaik tidaklah terlalu istimewa. Namun yang menarik adalah penghargaan itu diperoleh dari kondisi yang paling buruk hingga berbalik menjadi terbaik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *