Ramadan Bikin Halte Transjakarta Membludak, Arus Pulang Kerja Makin Padat
Kepadatan penumpang di Halte Transjakarta Tanjung Duren pada Bulan Ramadan (Foto: tim liputan EL JOHN Media/Sigit)
El John News, Jakarta-Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah halte bus Transjakarta selama bulan Ramadan. Salah satu titik yang mengalami lonjakan penumpang adalah Halte Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Berdasarkan pantauan tim liputan El John News pada Jumat (27/2/2026), kepadatan penumpang sudah terlihat sejak pukul 16.00 WIB, atau lebih awal dari jam pulang kerja pada umumnya. Jumlah penumpang terus meningkat hingga mendekati waktu berbuka puasa.
Halte Tanjung Duren memang dikenal sebagai salah satu halte tersibuk di kawasan Jakarta Barat. Setidaknya terdapat lima rute Transjakarta yang melintasi halte ini, sehingga arus penumpang dari berbagai arah bertemu dalam satu titik.
Tidak hanya area peron yang dipenuhi calon penumpang, kepadatan juga terjadi saat bus tiba di halte. Penumpang yang turun dan naik bus kerap berpapasan dalam ruang yang terbatas, sehingga menimbulkan antrean dan desakan, terutama pada jam-jam menjelang magrib.
Sebagian besar penumpang yang memadati halte merupakan karyawan perkantoran yang jam kerjanya dimajukan selama bulan Ramadan. Perubahan jam kerja tersebut membuat arus kepulangan terkonsentrasi pada waktu yang hampir bersamaan.
Ratna salah satu penumpang mengatakan, dirinya tidak ada pilihan lain untuk menunggu waktu bus tiba ditengah kepadatan penumpang.
“Paling cuma nunggu saja. Main HP, nonton di HP,” ujarnya.
Ia menuturkan, waktu tunggu bus bisa mencapai sekitar 20 menit. Antrean penumpang pun terlihat lebih panjang dibandingkan hari biasa.
“Biasanya nunggu sampai 20 menit. Antriannya juga panjang,” katanya.
Hal yang sama juga dirasakan Asiyah. Kayawan swasta ini merasakan mengatakan terdapat perbedaan kondisi antara hari biasa dan bulan Ramadan. Ia menilai kepadatan penumpang meningkat signifikan, baik di dalam bus maupun di area halte.
“Ada perbedaan. Biasanya kalau Ramadan memang lebih padat, baik di bus maupun di haltenya,” jelasnya.
Dirinya pun sama dengan karyawan lain yakni ada wakut pulang lebih awal sehingga diluar jam sibuk, kepadatan penumpang di halte bus Transjakarta tak terhindarkan
“Karena banyak yang pulang kerja lebih cepat dan ingin buka puasa di rumah, jadi semua seperti berkumpul di waktu yang sama di Transjakarta,” ujarnya.
Kepadatan di halte Transjakarta menjelang magrib menjadi salah satu potret perubahan pola mobilitas masyarakat selama Ramadan. Meski harus menunggu lebih lama, para penumpang tetap setia menggunakan transportasi publik demi sampai ke tujuan dengan aman dan tepat waktu.
