Ramadan Ubah Wajah Lalu Lintas Jakarta, Macet Datang Lebih Awal
Kemacetan terjadi lebih awal di jalan Tomang Raya saat bulan Ramadan (Foto: tim lipuan EL JOHN Media/Sigit)
El John News, Jakarta-Kemacetan lalu lintas mewarnai sejumlah ruas jalan di Jakarta menjelang waktu berbuka puasa. Pantauan tim liputan El John Media pada Jumat (27/2/2025) menunjukkan kepadatan kendaraan terjadi lebih awal dari biasanya, bahkan sebelum jam pulang kantor.
Salah satu titik kemacetan terparah terlihat di Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat. Antrean kendaraan mengular lebih dari satu kilometer, terutama menjelang lampu merah Tomang yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Letjen S. Parman, tepatnya di akses menuju Tol Tangerang–Merak. Kepadatan kendaraan di titik ini sudah terlihat sejak pukul 15.00 WIB, waktu yang umumnya belum memasuki puncak arus pulang kerja.
Selain faktor perubahan jam pulang pekerja, kemacetan juga dipicu aktivitas penjualan takjil yang marak di sejumlah lokasi. Di kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, misalnya, deretan pedagang takjil memadati bahu jalan dan menarik banyak pembeli.

Meski area tersebut dikenal sebagai sentra takjil dan telah mendapat izin dari pemerintah daerah setempat, arus kendaraan tetap tersendat, terutama ketika mobil-mobil berhenti untuk membeli menu berbuka puasa.
Kendati arus lalu lintas tersendat, antusiasme warga tidak surut, salah satunya Ocha. Warga Kepala Dua, Jakarta Barat ini mengaku sengaja membeli takjil lebih awal meski waktu berbuka masih beberapa jam lagi. Menurutnya, hal itu dilakukan agar tidak kehabisan.
“Iya, ini buat berbuka puasa. Walaupun masih asar, kita sudah beli sek
Meski sempat terjebak kemacetan di sekitar lokasi, Ocha tidak mempermasalahkannya. Baginya, antrean kendaraan sudah menjadi hal biasa selama Ramadan.
“Tadi ada macet juga sih, pasti ada. Tapi nggak apa-apa, demi takjil,” ujarnya santai.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, yakni Putri dan Yanti. Dua sahabat ini tampak mengantre di salah satu lapak minuman. Keduanya mengaku sengaja datang untuk membeli es sebagai menu berbuka.
“Kami beli es buat buka puasa nanti,” ujar Putri.
Menurut mereka, kawasan Jalan Panjang memang kerap menjadi pilihan untuk berburu takjil karena variasi makanan yang beragam dan harga yang relatif terjangkau.
“Rasanya enak, harganya juga terjangkau. Variannya banyak, jadi bisa pilih-pilih,” kata Yanti menambahkan.
Fenomena kemacetan yang muncul di luar jam sibuk ini diperkirakan akan terus terjadi selama bulan Ramadan. Perubahan pola aktivitas masyarakat, khususnya keinginan untuk berbuka puasa bersama keluarga di rumah, turut mengubah ritme lalu lintas di Ibu Kota.
