Ultimatum 18 Hari untuk Pemerintah, Prasetyo Hadi Buka Suara

0
Untitled

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers (Foto: tangkapan layar youtube Kementerian Sekretariat Negara)

El John News, Jakarta-Pemerintah merespons tuntutan yang disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah terkait kondisi nilai tukar rupiah dan perekonomian nasional. Istana menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan mahasiswa menjadi perhatian pemerintah sekaligus masukan dalam upaya memperkuat sektor ekonomi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan  pemerintah saat ini terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global yang masih berlangsung. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan guna memastikan kebijakan yang diambil mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Beberapa hari ini, saudara saksikan bahwa kita betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Prasetyo menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam negeri maupun kondisi ekonomi global. Karena itu, upaya menjaga stabilitas ekonomi memerlukan langkah yang terukur dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Menanggapi ultimatum 18 hari yang diberikan mahasiswa sebelum menggelar aksi yang mereka sebut sebagai “Reformasi Jilid 2”, Prasetyo menilai setiap target perbaikan ekonomi memiliki tantangan tersendiri sehingga tidak selalu dapat mengikuti batas waktu tertentu.

“Mohon maaf, ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tidak semuanya bisa seperti itu,” kata Prasetyo.

Meski demikian, pemerintah mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan ekonomi nasional. Prasetyo menilai semangat yang ditunjukkan mahasiswa merupakan bentuk partisipasi generasi muda dalam mengawal kebijakan publik dan mendorong perbaikan kondisi ekonomi Indonesia.

“Yakinlah bahwa yang dimaksud oleh adik-adik ini adalah semangatnya. Semangat untuk kita semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi,” pungkasnya.

Ultimatum 18 hari, disampaikan aliansi BEM SI wilayah  Jawa Tengah saat menggelar aksi unjuk rasa i di depan kantor perwakilan bank indonesia jawa tengah pada pekan lalu.

Dalam aksi itu,  BEM meminta  pemerintah untuk menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi nasional/ khususnya terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat,  sebelum berakhirnya batas waktu yang tetapkan.

Mereka juga mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah nyata dan kebijakan yang efektif untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *