Resmikan KEK Arun Lhokseumawe, Presiden Berharap KEK ini Dapat Tarik Banyak Investor

0
infrastruktur_2018_12_14_221151_small

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia kembali bertambah. Yang terbaru adalah KEK Arun Lhokseumawe, yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi di Jl. Blang Bintang–Krueng Raya, Desa Teupin Batee Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar,  Jumat (14/12/2018).

Peresmian KEK ini, berbarengan juga dengan groundbreaking Jalan Tol Sigi-Banda Aceh, peresmian flyover Simpang Surabaya dan underpass Beurawe, dan peresmian Masjid At-Taqarrub Pidie Jaya.

Turut hadir dalam peresmian ini, diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera), Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Pejabat Eselon I dari Kementerian terkait, dan Sekretaris Dewan Nasional KEK, Enoh Suharto Pranoto.

Presiden Jokowi berharap KEK Arun dapat menarik banyak investor agar pertumbuham perekonomian di wilayah Lhokseumawe dapat meningkat. Karena itu, pengelola KEK Arun harus serius untuk mempromosikan KEK yang berlokasi di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe itu, kepada para investor, baik investor dalam negeri maupun luar negeri.

“Saya resmikan beroperasinya KEK Arun Lhokseumawe. Selanjutnya adalah bagaimana mendatangkan investasi ke dalam KEK, karena itulah tujuan adanya KEK,” kata Presiden dalam sambutannya.

Presiden optimis KEK Arun tidak sulit untuk mendatangkan investor. Pasalnya KEK ini berada di lokasi strategis karena terintegrasi dengan Jalan Tol Trans Sumatera. Lokasi seperti ini lah yang biasanya dibidik Investor.

KEK Arun Lhokseumawe ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2017. Pengusulnya adalah Konsorsium PT Pertamina, PT Pelindo I, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menjelaskan saat ini, investasi yang sudah berjalan adalah investasi pembangunan pabrik Pupuk NPK dengan nilai investasi sebesar Rp1,6 triliun oleh PT Pupuk Iskandar Muda yang akan dimulai pada bulan ini. Investasi secara menyeluruh ditargetkan selesai 10 tahun kedepan.

“Perkiraan investasi pelaku usaha di KEK Arun Lhokseumawe sebesar Rp51,3 triliun untuk 10 tahun, dan pembangunan kawasan Rp151 miliar,” kata Enoh.

Selain itu akan dilaksanakan kegiatan penanaman kembali (replanting) Pinus dalam rangka pengelolaan Hutan Pinus Kawasan Gayo (Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues) untuk memenuhi kebutuhan PT Kertas Kraft Aceh sebesar Rp200 miliar oleh Joint Venture Perusahaan PT Kertas Kraft Aceh, PT Inhutani, PT Perusahaan Pengelola Aset, dan PDPA Aceh pada bulan April 2019.

”Penanaman modal asing dan dalam negeri lainya menyatakan minat investasi setelah diresmikan operasional KEK Arun Lhokseumawe oleh Presiden pada 14 Desember 2018,” ujar Enoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *