Reuni Emas SMA Xaverius Jambi 1974: Momentum Menghargai Jasa Guru

0

Sebuah momen berharga penuh kehangatan dan nostalgia tersaji di restoran Marina Batavia, Sunda Kelapa, Jakarta, ketika para alumni SMA Xaverius Jambi angkatan 1974 berkumpul untuk merayakan reuni emas pada Sabtu (25/05/2024).

Dalam suasana yang meriah dan penuh keakraban, reuni ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran seorang guru tercinta, Bapak Johanes Dosy, yang kini berusia 89 tahun.

Mengusung tema “Mari Peduli Kasih”, reuni emas ini bukan hanya sekadar ajang pertemuan kembali setelah 50 tahun, melainkan juga sebuah momentum untuk mengekspresikan rasa syukur dan penghargaan.

Tema ini menggambarkan semangat kepedulian yang terus hidup dalam diri para alumni, yang merasa terpanggil untuk memberikan sesuatu kembali kepada para guru yang telah berjasa besar dalam membentuk karakter dan masa depan mereka.

Kehadiran Bapak Johanes atau yang akrab di sapa Pak Kwee, menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam acara tersebut. Di usia 89 tahun, beliau masih semangat untuk bertemu dengan mantan murid-muridnya.

Salah satu agenda utama dalam reuni ini adalah pemberian sumbangan kepada lima orang guru, salah satunya adalah Pak Kwee,  yang pernah mengajar mereka. Sumbangan ini sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdian para guru selama ini. Para alumni berharap bahwa sumbangan ini dapat menjadi sedikit ungkapan rasa terima kasih atas segala ilmu dan bimbingan yang telah diberikan.

Pak Kwee mengungkapkan kebahagiaannya yang mendalam karena para mantan muridnya masih menunjukkan kasih sayang dan penghargaan yang tulus. “Kalau saya karena anak-anak itu betul-betul memberikan kasih sayang kepada saya sebagai mantan guru mereka, jadi saya sangat bahagia,” ujar Pak Kwee dengan wajah yang penuh senyum.

Pak Kwee tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan menyampaikan rasa  terima kasihnya kepada para alumni angkatan 1974 yang masih mengingat dan menghargainya setelah puluhan tahun. “Saya sampaikan terima kasih kepada anak-anak Xaverius angkatan ’74, karena mereka masih memperhatikan setelah 50 tahun berlalu. Itu bagi saya betul-betul membanggakan,” ucapnya Pak Kwee dengan penuh haru.

Pak Kwee merasa sangat dihargai dan bersyukur karena para muridnya masih mengingat jasa-jasanya sebagai pendidik.Ia  mendoakan agar para mantan muridnya selalu sukses dan bahagia dalam kehidupan mereka.

 “Saya doakan mereka berhasil dalam hidup dan bahagia selalu. Walaupun mereka berhasil, mereka tidak lupa pada yang mendidik mereka, saya bangga di situ,” ujarnya

Pak Kwee, yang telah mengajar enam mata pelajaran di SMA Xaverius Jambi, mengakui bahwa mengingat setiap murid setelah 50 tahun bukanlah hal yang mudah.

 “Sebetulnya saya sudah tidak kenal karena sudah 50 tahun berlalu. Saya tidak ingat, tapi biasanya anak-anak sekolah Xaverius itu baik-baik, tidak macam-macam dan siswa-siswi Xaverius dikenal dengan sikap baik dan disiplin yang tinggi,” ungkapnya.

Dr. Theresia Dimiyati, koordinator acara, berbagi cerita mengenai perjalanan reuni ini dan pentingnya berbagi kasih kepada para guru yang telah berjasa mendidik para alumni.

Theresia yang berprofesi sebagai Sinshe dan Akupunturis ini, menjelaskan bahwa acara ini tidak memiliki panitia atau pengurus formal. Meski demikian Theresia dan dibantu sejumlah temannya berhasil menghubungi 86 teman semasa SMA, Namun, tidak semua bisa hadir karena ada beberapa hal.

Meskipun begitu, semangat untuk berkumpul dan berbagi kasih tidak surut. “Inti saya bagaimana kita membagi kasih. Kita ini jadi orang kan berhasil karena jasa guru. Jadi saya pikir alangkah indahnya tidak hanya sekedar ketemu kangen, bagaimana kita membagi kasih kepada guru,” kata Theresia.

“Dana tadi ya sudah dikirim ke gurunya semua dibagi rata dengan hasil yang kami dapatkan,” tambahnya.

Menurut Theresia, bantuan ini menunjukkan betapa para alumni masih menghargai dan peduli terhadap para pendidik mereka, meskipun sudah 50 tahun berlalu.

Theresia menekankan pentingnya saling peduli, terutama kepada para guru yang sudah lanjut usia dan membutuhkan bantuan. Ia berharap semua lulusan dari sekolah manapun dapat peduli kepada guru mereka karena gaji guru yang kecil.

“Mudah-mudahan teman saya yang lain juga akan mengeluarkan kasih ke depannya. Saya mengharapkan semua lulusan dari sekolah manapun ya perlu peduli kepada guru, karena gaji guru kan kecil. Bagaimana kita bisa membantu mereka, membantu kesejahteraan mereka,” tutup Theresia.

Acara reuni ini dipenuhi dengan berbagai kegiatan yang menghidupkan kembali kenangan masa lalu. Para alumni saling berbagi cerita tentang masa-masa indah di bangku sekolah, mengenang suka duka bersama, dan merayakan pencapaian hidup masing-masing. Restoran Marina Batavia yang elegan dan nyaman menambah kemeriahan suasana, dengan hidangan lezat yang menyertai setiap perbincangan hangat.

Tidak hanya itu, reuni ini juga dimeriahkan dengan perayaan ulang tahun bagi sejumlah alumni yang berulang tahun di bulan Mei. Momen tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun diiringi nyanyian selamat ulang tahun menambah keseruan dan kebahagiaan acara. Sesi foto bersama menjadi puncak kehangatan, di mana setiap alumni berusaha mengabadikan momen langka ini dalam jepretan kamera.

Reuni emas lulusan 1974 SMA Xaverius Jambi ini menjadi bukti bahwa waktu dan jarak tidak mampu memisahkan kenangan indah dan rasa kekeluargaan yang telah terjalin selama ini. Semoga acara ini menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus menghargai dan menjaga hubungan baik dengan teman dan guru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *