RI-Thailand

Persahabatan panjang Indonesia-Thailand merupakan aset utama untuk memperkuat kemitraan demi masa depan yang lebih baik. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri RI, Desra Percaya mengutarakan hal ini dalam seminar bersama Indonesia-Thailand bertema “Going Forward: Thailand-Indonesia Trade and Investment Cooperation”, Bangkok, Jumat, 28 September 2018.

Forum ini, jelas Desra, menyepakati adanya kesempatan untuk mengembangkan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara masih sangat besar, terutama di bidang industri makanan, pertanian, pariwisata dan ekonomi digital.

Namun demikian, diakui bahwa tantangan juga besar di mana pemerintah kedua negara dituntut untuk bisa lebih efisien guna mengimbangi kecepatan sektor swasta. Dengan pengembangan 4.0 technology saat ini, kedua negara optimis dapat memajukan kerja sama tersebut.

“Perdagangan bilateral Indonesia-Thailand tumbuh secara signifikan dari USD 13,59 milyar pada tahun 2015 menjadi USD 15,74 milyar pada tahun 2017, atau kenaikan sebesar 15,82% dalam dua tahun. Dalam bidang investasi, Thailand menempati rangking ke-12 sumber Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia. Saya ingin menggarisbawahi, Indonesia mengundang dan mendorong perusahaan Thailand untuk meningkatkan investasinya di Indonesia,” tambahnya.

“Sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia, Indonesia kini telah melakukan reformasi untuk memecahkan masalah struktural, antara lain dengan peluncuran 12 paket ekonomi untuk memperbaiki iklim investasi, meluncurkan one-stop service office, proses perijinan 3-jam dan direct construction facility”.

Jenderal Departemen Asia Timur, Kementerian Luar Negeri Thailand Pitchayapan Charnbhumidol, juga memuji peran sentral Indonesia dalam inisiatif global, antara lain sebagai penyelenggara Konferensi Asia Afrika (KAA), kepemimpinan ASEAN dan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G-20.

Indikator positif kekuatan ekonomi Indonesia menunjukkan Indonesia merupakan tujuan investasi yang sangat menarik bagi Thailand. Untuk itu, diharapkan melalui forum bisnis ini kalangan swasta dan perusahaan Thailand dapat lebih bergerak guna meningkatkan perdagangan dan investasinya di Indonesia.

Pada sesi pembahasan kebijakan, wakil dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia dan Board of Investment (BOI) Thailand pada sesi kebijakan, menyampaikan berbagai fasilitas kemudahan untuk saling berinvestasi di kedua negara. Sedangkan pada sesi diskusi panel yang menghadirikan 4 (empat) panelis dari Siam Cement Group (SCG), Priceza Thailand, Kantor Bank Indonesia-Singapura dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) masing-masing menyampaikan pengalaman melakukan bisnis di Indonesia dan di Thailand, peluang bersama ke depan terutama dalam bidang e-commerce, dan harapan untuk lebih mengembangkan kemitraan pemerintah dan swasta.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari the 9th Joint Commission Meeting (JCM) antara Menlu RI dan Thailand di Yogyakarta, 5-6 Juli 2018 lalu. Tujuannya, untuk lebih meningkatkan perdagangan, investasi, mengoptimalkan kemitraan antara sektor pemerintah dan swasta, serta asosiasi kamar dagang dan industri di kedua negara. Lebih dari 150 orang dari kalangan swasta, asosiasi bisnis dan pejabat pemerintah terkait dari kedua negara menghadiri perhelatan ini. (KBRI Bangkok)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *