Roti Ganda, Roti Khas Pematang Siantar yang Istimewa
Saat liburan ke Medan dan kebetulan mampir ke kota tetangganya yaitu Pematang Siantar, jangan lewatkan kesempatan membeli makanan khas dari Pematang Siantar yang satu ini. Namanya Roti Ganda, isiannya sederhana, tapi rasanya luar biasa.
Satu lagi kuliner legendaris di Kota Pematang Siantar, Sumut, yang tidak boleh dilewatkan. Yang dijual hanya roti, selai srikaya, krim putih, dan meses coklat. Roti jenis ini berbentuk loaf dan lumayan besar untuk mengisi perut yang keroncongan usai keliling Kota Siantar.
Nah, yang menjadi favorit pengunjung adalah selai srikaya maupun meses coklatnya. Cobalah untuk menyicip roti meses coklat di tempat, dan roti rasa srikaya untuk dibawa pulang. Rasanya maknyus dan pastinya akan membuat Anda ketagihan.
Padahal roti tawar berukuran besar tersebut hanya dipotong dua bagian. Di tengahnya, diolesi selai yang dipesan. Setelahnya, roti dipotong-potong menjadi beberapa bagian lalu dibungkus dengan kertas.
Di sana, tak hanya roti saja yang dijual, tapi ada juga selai srikaya, dan krim putih. Untuk yang seukuran gelas air mineral dihargai Rp9 ribu. Sedangkan ukuran setengah kilo Rp25 ribu, dan satu kilo Rp40 ribu. Tinggal pilih mana yang ingin dibeli.
Menurut Anita, salah satu karyawan Toko Roti Ganda yang ditemui Eljohnnews.com, para pengunjung biasanya membeli selai srikaya yang ukuran setengah kilo dalam kemasan praktis dan aman disimpan ke dalam kabin pesawat.

“Tapi ada juga yang beli sekilo. Ini aman di pesawat dan kuat sampai satu minggu, kalau ditaruh di kulkas bisa lebih lama dari itu,” katanya.
Khusus untuk roti yang dibeli dan dibawa pulang, sayangnya hanya sanggup bertahan dua hari.
“Roti kami setiap harinya fresh dari oven, makanya enggak kuat lama,” kata karyawan yang sudah bekerja selama tiga tahun tersebut.
Roti Ganda ini sudah ada sejak 1979 dan berada di pinggir Jalan Soetomo. Dari jadwal buka toko, setiap harinya hingga malam hari, tak pernah sepi pengunjung. Termasuk, saat detikTravel mengunjunginya beberapa minggu lalu.
Kita harus sabar mengantre pesanan. Namun ketika Anda melihat ada karyawan yang kosong dan tidak sedang melayani, langsung saja menghampiri dan memesannya. Yang penting konsumen antre dengan tertib dan tidak perlu berteriak-teriak.
“Kalau pakai cara teriak dan enggak antri di depan kami, biasanya kami kurang tahu,” ujar Anita.
