Saat Dunia Terbelah, RI–Venezuela Tetap Setia

0
bendera

Hubungan Indonesia dan Venezuela (Foto: Ilutrasi oleh Tim El John Media Network)

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela memuncak pada awal Januari 2026.

El John News, Jakarta – Pasukan AS melancarkan operasi militer di ibu kota Caracas. Operasi tersebut berakhir dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. Selanjutnya, keduanya dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan pidana narko-terorisme. Peristiwa ini dengan cepat menyita perhatian dunia dan memicu gelombang reaksi dari berbagai negara.

Menanggapi perkembangan tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan keprihatinan resmi. Pernyataan itu disampaikan melalui akun X @Kemlu_RI pada Minggu (4/1/2026). Dalam pernyataannya, Indonesia menekankan pentingnya menjaga kedaulatan negara serta stabilitas kawasan. Selain itu, Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi.

Lebih lanjut, Kemlu RI menilai penggunaan atau ancaman kekuatan berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Tindakan semacam itu dinilai dapat mengganggu stabilitas global dan melemahkan prinsip penyelesaian damai sengketa. Oleh karena itu, Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sementara itu, hubungan diplomatik Indonesia dan Venezuela telah terjalin sejak 1959. Hubungan ini dibangun atas semangat anti-imperialisme dan anti-kolonialisme yang kuat. Sejak awal, kedua negara memiliki kesamaan pandangan dalam memperjuangkan kemandirian dan keadilan global. Selain itu, Indonesia dan Venezuela sama-sama tergabung dalam Gerakan Non-Blok dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang memperkuat kerja sama di berbagai forum internasional.

Seiring berjalannya waktu, kerja sama bilateral berkembang di sektor energi, perdagangan, dan budaya. Venezuela menjadi mitra Indonesia di bidang energi. Pada saat yang sama, Indonesia mengekspor karet, furnitur, dan produk makanan ke Venezuela. Di bidang budaya, KBRI Caracas aktif mempromosikan seni dan tradisi Indonesia melalui berbagai kegiatan.

Pada akhirnya, di tengah ketegangan AS–Venezuela, Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Indonesia menekankan penyelesaian konflik secara damai serta penghormatan terhadap kedaulatan negara. Dengan prinsip tersebut, hubungan Indonesia–Venezuela terus dijaga melalui kerja sama bilateral dan solidaritas di tingkat internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *