Sambut MotoGP, Menparekraf Pastikan Kesiapan Homestay di Desa Wisata Gerupuk NTB

0
GAMBAR_5_767e78b670

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan perhelatan MotoGP di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) harus didukung semua aspek pariwisata, tak terkecuali homestay. Salah satu homestay untuk melengkapi  unsur amenitas di Mandalika adalah homestay yang berada di Desa Wisata Gerupuk.

Pada Sabtu (16/1/2021), Sandiaga berkesempatan mengunjungi desa tersebut untuk meninjau kesiapan  homestay ini menyambut MotoGP.  Homestay di Desa Wisata Gerupuk mengambil konsep pembangunan berkeadilan, artinya masyarakat juga ikut terlibat dalam pembangunan tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat mendesain sendiri homestay yang dibangunnya dengan harapan dapat menarik minat wisatawan untuk tinggal.

Pengembangan homestay yang ada di Lombok dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan program bedah rumah. Tahun kemarin, program ini telah ditingkatkan, mengingat Lombok  masuk sebagai lima super destinasi prioritas yang telah ditetapkan Presiden Jokowi.

Sandiaga menyebut  sektor pariwisata dan ekonomi kreatif  tidak dapat dipisahkan dengan desa wisata, karena ketiganya saling menguatkan untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

 “Selain itu, dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat dengan memperoleh mata pencaharian melalui penyewaan homestay. Fasilitasnya juga telah memiliki standar kualitas yang baik dan letak homestay ini sangat strategis dan relevan. Mengingat kawasannya berdekatan dengan MotoGP Mandalika Circuit,” ujarnya.

Menurut Sandiaga , homestay menjadi solusi bagi wisatawan yang tidak memiliki dana yang cukup menginap di hotel berbintang yang ada di Mandalika, khususnya bagi milenial kelas menengah baru. Rata-rata biaya sewa homestay sebesar Rp250.000 per malam, merupakan harga yang tidak terlalu mahal, bahkan bukan hanya menginap tetapi sudah dapat menikmati sarapan, wifi, dan listrik, Sandiaga merasa harga tersebut cukup terjangkau.

“Tadi saya bersama dengan Pak Gubernur sudah berencana, mungkin sebelum perhelatan MotoGp Mandalika kita akan mencoba tinggal satu malam di homestay ini. Saya dengan Pak Gubernur siap ingin merasakan suasana menginap di homestay secara langsung,” kata Sandiaga.

Untuk promosinya, sudah saatnya homestay mengadopsi konsep digitalisasi. Hal ini penting agar jangkauan promosinya tepat sasaran. Karena itu, penggunaan platform digital oleh homestay harus didorong dan dioptimalkan.  Sandiaga berencana akan memberikan fasilitasi terkait digitalisasi dan virtualisasi guna mempromosikan homestay ini.

“Mudah-mudahan ini bisa memicu ekonomi masyarakat serta bangkitnya pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentunya didukung dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Rumah Swadaya KemenPUPR K.M. Arsyad menjelaskan dalam pembangunan rumah ini pihaknya tidak meninggalkan nuansa lokal. Dimana konsep desainnya berdasarkan ruang tradisional Lombok, ada sesangkok, jadi kalau ingin masuk ke dalam rumah harus menunduk terlebih dahulu untuk memberikan penghormatan.

Kemudian bentuk atap stilasi yang juga mengadopsi nuansa lokal. Konsol dibuat lebih rendah sebagai filosofi rumah adat Sasak tentang bagaimana tamu menghargai privasi pemilik rumah.

“Di samping homestay, kami juga melakukan pengembangan rumah untuk meningkatkan kualitas agar menjadi rumah layak huni. Jadi, langsung memperoleh dua fungsi, pertama pariwisata dan kedua rumah layak huni,” jelas Ardya.

Kementerian PUPR sampai sejauh ini juga telah membangun 300 unit Rumah Swadaya di Lombok.

Turut mendampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Hari Sungkari, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara Satu Kementerian PUPR Rini Dyah Mawarty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *