SDM Miliki Peran Penting Kembangkan Ekraf Untuk Keberlanjutan Pariwisata
Sumber daya manusia atau SDM memiliki peran penting dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif (Parekraf) yang dampaknya dapat mensukseskan keberlanjutan pariwisata. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Muhammad Neil El Himam saat menjadi keynote speaker dalam webinar dengan tema Empowering SMES and Creative Economy for National Tourism Sustainability,” Minggu (27/6/2021).
Webinar yang disiarkan langsung oleh EL JOHN TV ini diinisiasi Yayasan World Tourism Day Indonesia dan SGU (Swiss German University) serta didukung antara lain oleh Kemenparekraf, PATA Indonesia , EL JOHN Tourism dan Podomoro University.
Neil mengungkapkan SDM yang berkualitas dalam sebuah pengembangan yang berawal dari gagasan, ide dan pemikiran. “Diharapkan SDM ini mampu menjadikan produk bernilai rendah menjadi bernilai tinggi,” ungkap Neil.
Menurut Neil ekonomi kreatif secara tidak langsung mengarahkan dan mencoba menciptakan seorang wirausahawan (entrepreneur) yang handal dalam berbagai bidang.
“Pondasi dari sebuah usaha adalah SDM dan Sumber Daya Alam yang merupakan faktor internal serta ditambah inovasi dan kreativitas yang menambah nilai pada produk yang dihasilkan sehingga mampu bersaing,” kata Neil.
Neil menjelaskan untuk menambah nilai produk, kemenparekraf telah menggulirkan berbagai program di antaranya “Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara (BEDAKAN). melalui program ini, Kemenparekraf berupaya untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha pelaku kreatif kuliner nusantara melalui pemahaman fungsi penting kemasan produk.
“Jadi kita bekerjasama dengan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) dan kita memberikan hibah kepada para pelaku ekonomi kreatif dalam hal ini subsektor kuliner. Yang kita kurasi tentunya yang produknya bagus, rasanya enak tetapi kemasannya masih pakai plastik atau sederhana. Itu kita bersama ADGI kita berikan hibah berupa design yang baik,” terang Neil.
Kemudian program lainnya yakni mentransformasi digital kepada pelaku ekraf. Program ini ditujukan bagi pelaku ekraf yang penjualannya masih konvensional. Mereka diminta dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mendongkrak penjualannya.
“Ini jadi bukan sekedar buka toko online, taruh di tokohnya terus kemudian dikasih harga terus menunggu pembeli datang bukan seperti itu. Karena pastinya transformasi digital bukan hanya seperti itu, tapi kita mengajari kepada mereka bagaimana marketingnya, bagaimana kemasannya, kemudian bagaimana membuat narasi dan foto yang baik,” tutur Niel.
Hal senada juga dilontarkan Wakil rektor bidang akademik SGU Irvan S. Kartawiria. Ia mengatakan para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM perlu terus mengikuti perkembangan zaman agar tidak kalah dengan perusahaan-perusahaan yang lebih besar.
“Pemberdayaan usaha kecil dan menengah atau SMI ini merupakan satu modal juga bagi keberlanjutan pariwisata khususnya di daerah tujuan wisata atau destinasi wisata dan kegiatan ini juga menggerakan sektor ekonomi warga tidak hanya di daerah wisatanya tetapi di sekitar daerah tujuan wisata tersebut berbagai produk wisata yang ditawarkan memiliki keragaman dan keunikan masing-masing sehingga diharapkan memberikan dampak bagi peningkatan nilai ekonomi masyarakat,” ujar Irvan.
