Sedang Berada di Ibu kota Nusantara? Jangan Lupa Kunjungi Hutan Mangrove Mentawir!

0
IMG_7736

Foto Adrian

Kamu suka menjelajahi hutan asri dan laut? Hutan Mangrove Mentawir cocok untuk menjadi destinasi pilihanmu. Destinasi wisata ini terletak di Desa Wisata Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kab. Penajam Paser Utara, Kaltim. Jika dari Titik Nol Nusantara, maka kamu membutuhkan waktu kurang lebih 1 setengah jam dengan jarak tempuh 42 kilometer. Hutan ini memiliki luas sekitar 2.300 hektar. 300 hektar di diantaranya dijadikan sebagai tempat ekowisata.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mentawir, Lamale menceritakan awal mula bagaimana kawasan Mangrove ini dibangun. Awalnya, kampung Mentawir ini merupakan terpencil dan terisolasi. Usai dibangun wisata Mangrove, desa ini dibanjiri wisatawan.

“Mentawir ini kampung yang terpencil dan terisolasi. Tak ada orang yang kunjungi dan datangi. Alhamdulillah begitu kami bangun wisata Mangrove banyak yang datang,” ujar Lamale.

Foto Adrian

Ada beberapa kegiatan yang bisa kalian lakukan selama berada di wisata Mangrove ini. Di antaranya mulai dari menyusuri hutan bakau menggunakan perahu, memancing hingga belanja oleh-oleh.

Untuk menyusuri hutan bakau menggunakan perahu, tarifnya dikenakan biaya Rp 200.000 untuk kapasitas 15-20 orang per perahu. Kamu juga bisa menyusuri hutan bakau dengan berjalan kaki melewati jembatan yang dikelilingi hutan nan indah ini. Untuk wisatawan, kawasan ini dibuka full 24 jam. Di malam harinya, kamu bisa melihat keindahan kunang-kunang. Untuk di pagi harinya, kalian bisa melihat bekantan dan penyu sisik.

Foto Adrian

“Kalau di malam hari, bisa menonton kunang-kunang. Di siang hari dapat melihat bangau tongtong. Hanya ada dua itu saja suami-istri (bangau sepasang), tidak ada lagi di sini.” ujar Lamale.

Di sisi lain, Lamale juga menjelaskan begitu besar manfaat dari hutan Mangrove ini. Dimulai dari dapat menampung karbon hingga menjadi lahan perekonomian masyarakat setempat.

“.Nelayan-nelayan itu cari ikan, kepiting, udang dan itu semua di Mangrove.” ujar Lamale.

Foto Adrian

Tak hanya menikmati keindahan Hutan Mangrove dan laut, kamu juga bisa menikmati hasil olahan buah bakau secara langsung. Olahan dari buah bakau ini bisa menjadi banyak produk. Seperti kopi, bedak dingin, sirup hingga tepung untuk membuat kue.

Meski demikian, Lamale mengakui bahwa akses transportasi menuju desa Mentawir kini cukup sulit. Ia pun berharap Hutan Mangrove Mentawir ini dijadikan obyek wisata nasional, sehingga baik segi akses jalanan dan fasilitas menjadi lebih baik.

Foto Adrian

“Harapan kami dengan adanya IKN, Hutan Mangrove dijadikan obyek wisata nasional sehingga bisa menambahkan perekonomian masyarakat,” ujar Ketua Pokdarwis Mentawir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *