Sejak April 2017, KESDM Telah Peringatkan Wisatawan Tak Dekati Bibir Kawah Sileri

0
kawa sileri

Badan Geologi Kementerian ESDM (KESDM) telah menyampaikan rekomendasi  kepada pihak pengelola waterboom, Camat-camat di sekitar kawah-kawah Pegunungan Dieng, Bupati Banjarnegara dan BPBD Banjarnegara untuk melarang aktivitas yang lokasinya berdekatan dengan Kawah Sileri.  Rekomendasi itu telah disampaikan sejak April 2017 lalu.

Dalam siaran persnya yang diterima Redaksi EL JOHN News, Badan Geologi meminta agar masyarakat/pengunjung tidak mendekati bibir Kawah Sileri < 100 m. Badan Geologi selalu mengingatkan melalui :

  1. Koordinasi pengamat G. Dieng dengan BPBD Banjarnegara
  2. Surat Kepala Badan Geologi kepada Pemerintah Kabupaten dan BPBD menjelang lebaran
  3. Buku panduan
  4. Melalui monitor realtime 24 jam dengan MAGMA

Sekalipun tingkat aktivitas G. Dieng NORMAL, namun tetap direkomendasikan sebagai berikut

  1. Masyarakat tidak melakukan aktivitas di Kawah Timbang, karena adanya ancaman bahaya gas CO2 dan H2S yang berbahaya bagi kehidupan.
  2. Masyarakat agar waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang dengan kedalaman lebih dari 1 (satu) meter karena dari tempat tersebut masih berpotensi terancam bahaya gas CO2 dan H2S.
  3. Masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas G. Dieng. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Banjarnegara, Pemkab Wonosobo serta Pemkab Batang tentang aktivitas G. Dieng. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.
  4. Bagi wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata kawah disarankan tidak terlalu mendekat.
  5. Sehubungan dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik di kawah Sileri, maka masyarakat dan pengunjung diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan, dengan tidak mendekati kawah Sileri pada jarak 100 meter dari bibir kawah.

Adapun upaya mitigasi yang dilakukan dan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan monitoring dan evaluasi kawah-kawah di G. Dieng secara terus menerus (selama 24 jam) setiap harinya oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi-KESDM.
  2. Melakukan evakuasi para korban luka ke Puskesmas Batur 1.
  3. Menutup sementara waktu Kawah Sileri oleh Polres dan Kodim dengan police line.
  4. BPBD dan Pos pengamatan gunungapi Dieng melakukan pengamatan visual dan melakukan pengukuran dari area kawah sileri.
  5. Tim Reaksi Cepat BPBD Banjarnegara membuka posko

Sebelum letusan freatik diatas letusan ini diawali oleh letusan freatik tgl 30 April 2017 pada pukul 13:03:08 WIB, berupa 1 kali semburan lumpur dengan ketinggian kl 10m dengan jarak lontaran hanya lk.1m dari bibir kawah dengan ketebalan 1-2mm. Gempa letusan memiliki amplituda maksimum 7.2 mm, lama gempa 48.1 detik. Terjadi letusan freatik berikutnya pada tanggal 24 Mei 2017 pukul 09:41:10 WIB yang menyebabkan luapan air lk.1-2 m dari bibir kawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *