EconomicHeadline News

Serahkan Bantuan Untuk Pelaku UKM, Presiden Ingatkan Untuk Semangat dan Kerja Keras

Presiden Joko Widodo kembali menyerahkan secara langsung bantuan modal kerja bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2020). Kali ini, jumlah pelaku usaha yang mendapat bantuan tersebut sebanyak 63 pelaku usaha  yang berasal dari sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor.

Penyerahan bantuan ini, dibagi dalam dalam dua sesi penyerahan untuk menghindari kerumunan dan memudahkan penerapan ketat protokol kesehatan.

Pada kesempatan ini, Presiden memberikan wejangan kepada para pelaku usaha, mengenai kondisi saat ini. Presiden mengatakan tidak hanya di Indonesia, namun Covid-19 juga menyerang 215 negara dan yang terdampak akibat pandemi tersebut salah satunya adalah para pelaku usaha.

“Kita tahu bahwa sekarang ini memang baru pada kondisi pandemi Covid, semuanya merasakan termasuk Bapak/Ibu semuanya, ini terjadi tidak hanya di Indonesia. Terjadi di 215 negara. Kondisinya sama persis, kesulitan-kesulitannya, semuanya sama,” ujarnya.

Presiden menyadari, akibat pandemi ini, omset pelaku usaha menurun, namun hal tersebut jangan terus dikeluhkan, justru  harus ada kerja keras  dan tidak patah semangat agar dapat bertahan. Kondisi sulit ini, tidak hanya dirasakan satu atau dua pelaku usaha, namun banyak pelaku usaha yang kesulitan menggerakan usahanya.

“Dalam kondisi seperti ini yang paling penting sekali lagi semangat kerja jangan turun. Jangan menyerah, harus semangat kerjanya ditambah, semangat kerjanya jangan sampai kendur,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan pemerintah tidak diam melihat realita yang terjadi. Bantuan modal kerja yang diberikan merupakan salah satu bentuk bahwa pemerintah memperhatikan nasib pelaku usaha mikro dan kecil.

Oleh karenanya, bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta yang diserahkan langsung tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi. Kepada mereka Presiden mengingatkan agar dapat menggunakan bantuan tersebut dengan optimal.

“Kalau ada sisa, jangan sampai kemudian dibelikan ke hal-hal yang konsumtif,” kata Presiden.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close