AccommodationDestinationTourismTransportation

Sering Melanggar, Becak di Bandung Akan Dijadikan Transportasi Wisata

Keberadaan Becak di Kota Bandung, Jawa Barat, sepertinya benar-benar diperhatikan oleh Pemerintah Kota Bandung, apalagi jumlah  becak di kota pasundan itu semakin membengkak. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, diwancanakan untuk menjadikan becak sebagai transportasi wisata. Dijadikannya becak sebagai transportasi wisata ini, juga sebagai langkah untuk menertibkan becak. Fakta di lapangan menyebutkan saking banyaknya becak banyak yang melanggar larangan beroperasi  seperti di sekitar Alun-alun, Jalan Dalem Kaum, dan Asia Afrika.

Kepala Dishub Kota Bandung Didi Ruswandi, mengatakan wancana ini juga sebagai jawaban atas keluihan para penarik becak, agar aktivitas mereka pun dapat nyaman tanpa dikhawatirkan dengan adanya razia. “Kami mencarikan solusi yakni dengan membuat wisata becak. Tapi, ini memang membutuhkan tempat,” ujar Didi kepada wartawan, Selasa, 1 Agustus 2017.

Untuk mematangkan wancana ini Dishub Kota Bandung akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Bandung untuk menentukan tempat bagi operasi becak. Namun sebelum wancana ini final diberlakukan, penertiban becak masih terus digalakan.

Ketegasan Pemkota Bandung untuk tidak mengizinkan becak beroperasi di kawasan terlarang ini dilakukan karena melihat jumlah becak yang terlalu banyak di Kota Bandung. Hingga saat ini tercata ada 200 tukang becak yang tersebar di Kota Bandung.

Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebenarnya becak tak dilarang tetapi disediakan tempat khusus. Pria yang akrab disapa Emil ini meminta tukang becak untuk instropeksi tak melawan arus.

“Saya belasan kali memperingatkan tukang becak yang melawan arus. Jangan memaksakan diri, melanggar lalu lintas dan melawan arus. Intinya boleh,” kata dia.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung Yoseph Heryansyah, penertiban imerupakan pelaksanaan Perda K3. Dalam waktu tiga pekan, Dishub Kota Bandung telah melakukan sosialisasi, peringatan ringan berupa surat pernyataan, baru pada akhirnya penindakan.

Data yang masuk ke Dihub Bandung, pada pecan pemberlakukan aturan dilarangnya becak beroeprasi di kawasan tertentu sudah menjarik 17 unit penarik becak. Mereka yang dijaring diminta untuk membuat surat surat pernyataan tidak mengulang pelanggaran. Pada pekan penindakan, enam becak disita karena mengulang pelanggaran.

Sebelum aturan diberlakukan, Dishub Kota Bandung telah mensosialisasikan dan pada tahap uji coba juga sudah diberi toleransi bagi mereka yang terjaring. Namun nyatanya masih banyak penarik becak yang membandel sehingga tindakan tegas diberlakukan bagi para penarik becak yang melanggar.

“Usulan Dishub menyediakan jalur lain untuk wisata becak, melipir di luar ruas yang dilarang, nanti dibicarakan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” kata Yoseph.

Menurut Kepala Disbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, perlu menentukan lokasi yang tepat untuk operasional becak wisata. Sebab, jumlah becak di kawasan alun-alun dan sekitarnya tersebut mencapai 200 orang.

Selain itu, menurut Kenny, tukang becak yang akan dijadikan becak wisata pun harus diberikan wawasan pariwisata. Selain itu, becaknya harus nyaman dan bersih. Kalau dikelola dengan baik, dia menyebutkan, akan seperti di Singapura yang mengoperasikan wisata kendaraan tradisionalnya ada di beberapa wilayah.

“Apa pun yang memang unik disatu daerah pasti menarik buat wisatawan. Tapi, Dishub harus ada kajian dulu atau survei dulu potensinya seperti apa,” kata dia.

Kenny mencontohkan, kalau Dishub Kota Bandung akan menjadikan Jalan Soekarno untuk wisata becak, maka harus dilihat dulu berapa banyak wisatawan yang ke lokasi tersebut. Serta, minat wisatawan terhadap becak. “Lakukan kajian dulu oleh Dishub. Jangan sampai sudah meyakinkan ke tukang becak tapi programnya ga berjalan karena tak ada penumpang,” katanya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close