Sesuai Arahan Presiden, KKP Siap Laksanakan Program Padat Karya

0
WhatsApp Image 2018-02-23 at 16.15.28

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap menjalankan arahan Presiden Jokowi  yang meminta setiap Kementerian memliki program padat karya. Tahun ini, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) akan fokus melaksanakan program prioritas padat karya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan  komitmen KKP dalam melaksanakan program padat karya itu terlihat dari dari anggaran DJPB yang dialokasikan untuk stakeholder mencapai 80,04% dan hanya 19,96 % untuk dukungan manajemen.

Anggaran DJPB untuk stakeholder diimplementasikan dalam bentuk program-program prioritas perikanan budidaya, yaitu sarana dan prasarana budidaya meliputi 250 paket minapadi, 20 paket bantuan ikan hias, dan 150 paket budidaya lele bioflok.

“Kemudian bantuan pakan ikan berupa 50 paket pakan mandiri dan 1 unit pabrik pakan skala medium. Selain itu, melanjutkan pelaksanaan SKPT di 3 lokasi, dukungan benih sebanyak 155 juta ekor dan 425 ribu ekor bantuan induk, serta 8 paket kebun bibit rumput laut,” ujarnya  dalam siaran pers yang diterima Redaksi El John News, Jumat, 23 Februari 2018.

KKP juga akan merealisasikan operasional KJA offshore di 3 lokasi, 5000 Ha asuransi pembudidaya, pembangunan embung 1 lokasi, dan rehabilitasi saluran irigasi tambak/kolam 16 paket, serta dukungan 40 unit excavator.

Slamet juga menekankan bahwa program prioritas DJPB tersebut ditujukan agar dapat menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta dapat dirasakan langsung oleh pembudidaya.

“Oleh karena itu, prinsip-prinsip program padat karya menjadi salah faktor dalam menyusun program prioritas lingkup DJPB,” ungkapnya.

Program padat karya andalan DJPB pada tahun 2018.  Menurut Slamet di antaranya adalah kegiatan pembangunan embung, rehabilitasi saluran irigasi/kolam, dan budidaya ikan sistem minapadi. Program tersebut dipilih karena mampu menyerap tenaga kerja lokal secara massal, menggerakkan perekonomian, dan berdampak luas bagi masyarakat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *