Setelah Diresmikan, Pemerintah Perbanyak Penerbangan ke Bandara Silangit
Terminal Bandara Silangit, Sumatera Utara resmi menjadi terminal internasional. Peresmian dilakukan oleh Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri terkait, Jumat, 24 November 2017.
Setelah diresmikan, pemerintah akan memperbanyak frekuensi penerbangan ke Bandara Internasional Silangit. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan memperbanyak porsi penerbangan merupakan langkah pemerintah untuk mengembangkan kawasan wisata Danau Toba. Menhub mengakui sudah ada beberapa maskapai yang berminat untuk buka rute ke Danau Toba. Namun Menhub tak memberitahu maskapai-maskapai tersebut.
“Sejumlah maskapai penerbangan sudah ada yang terbang ke dan dari sini dan akan kita upayakan penambahan frekuensi penerbangan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam jumpa pers di sela-sela peresmian Termina Bandara Internasional Silangit, Jumat, 24 November 2017.
Data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejumlah maskapai yang sudah melayani penerbangan di Silangit adalah Garuda Indonesia, Citilik, Sriwijaya Air, Wings Air dan rencananya Batik Air.
Kepada puluhan wartawan, Menhub menjelskan Danau Toba merupakan satu dari 10 destinasi prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dikembangkan. Ke-10 destinasi itu dikenal dengan nama 10 Bali Baru. Pengembangan ke-10 destinasi tersebut diharapkan dapat memenuhi target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun 2019. Karena itu, Menhub menegaskan infrastruktur yang berkelas dan memadai penting untuk bandara-bandara yang dekat ke-10 destinasi prioritas.
“Tentunya kalau frekuensi penerbangan bertambah makin banyak wisatawan datang ke Toba seperti halnya ke Bali,” kata Menhub.
Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan Bandara Silangit memang maju pesat setelah adanya dukungan dari Kementerian Perhubungan.
“Semula bandara ini hanya melayani penerbangan perintis tapi dengan sudah dibangunnya berbagai sarana dan prasarana, kini sudah bisa melayani penerbangan internasional,” katanya
Dikatakannya, Bandara Silangit yang berkapasitas 500.000 penumpang per tahun itu dilengkapi dengan fasilitas CIQ (Custom, Immigration, Quaratine), landas pacu dengan panjang 2.650 x 30 meter dan PCN yang bisa mengakomodasi pesawat berbadan sempit Airbus A320 dan Boeing 737-800.
Bandara Silangit juga mengimplementasikan fitur smart airport dengan teknologi digital, antara lain, berupa Wi-Fi gratis, layar jadwal bus dan penerbangan, e-payment, mesin tiket bus, e-kiosk informasi turis, self check-in, dan berbagai fitur digital.
Angkasa Pura II menyiapkan Bandara Internasional Silangit di Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu pionir penerapan konsep smart airport guna menunjang sektor pariwisata Danau Toba.
Bandara Internasional Silangit menjadi pionir smart airport di kategori bandara berkapasitas 500.000 penumpang melalui berbagai fasilitas berbasis digital guna menciptakan `customer experience` yang? baik bagi para wisatawan mancanegara.
Berbagai fasilitas digital tersebut sudah dapat dipergunakan sejak 28 Oktober 2017 atau bersamaan dengan penerbangan rute Singapura-Silangit PP, yang merupakan rute luar negeri perdana di Bandara Internasional Silangit yang dilayani oleh Garuda Indonesia. (Sumber Antara)
