Sinode Gereja Bethel Indonesia Dukung FORMAS Dalam Mengawal Program Pemerintah
Sinode Gereja Bethel Indonesia yang membawahi sekitar 3 juta umat Kristen di seluruh Indonesia, memberikan dukungannya terhadap Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Hal tersebut disampaikan Ketua Sinode Gereja Indonesia kepada sejumlah awak media, usai menghadiri acara peryaan Imlek yang diselenggarakan FORMAS di di Auditorium RRI, Jakarta pada 3 Februari 2025.
Ketua Umum Sinode Gereja Bethel Indonesia Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham. menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program yang dijalankan oleh Formas, di bawah kepemimpinan Dewan Pembina FORMAS, Hashim Djojohadikusumo dan Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati, dalam mengawal kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya , gereja yang dipimpinnya sangat multi-etnis, mencerminkan keberagaman Indonesia yang kaya. Ia juga menegaskan bahwa sebagai bagian dari warga negara Indonesia, umat Kristen sangat mendukung pemerintahan yang ada, serta berbagai program yang telah dijalankan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Sinode turut menyoroti pentingnya pemberantasan korupsi yang disampaikan oleh Hashim saat menyampaikan kata sambutan pada acara perayaan Imlek.
Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk maju, namun tantangan besar yang dihadapi adalah korupsi dan masalah lainnya yang dapat merusak fondasi negara.
“Kami sangat setuju dan mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintah,” ujar Pdt. Rubin.
Dari perspektif agama Kristen, Pdt. Rubin menegaskan bahwa pembinaan mental bangsa sangat penting. “Jika seseorang tidak takut akan Tuhan, maka meskipun berbagai program diluncurkan, hasilnya bisa sia-sia. Tanpa dasar moral dan spiritual yang kuat, pembangunan tidak akan maksimal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa jika masyarakat menghormati Tuhan, maka perubahan positif akan terlihat dalam perilaku sehari-hari.

Pdt. Rubin juga menyampaikan bahwa gereja mendukung penuh program pemerintah yang bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang kurang beruntung, dapat memperoleh hak-hak mereka sebagai warga negara yang sejati.
Seperti diketahui saat memberikan kata sambutan,Hashim Djojohadikusumo menyoroti tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia, yaitu korupsi yang dapat merusak program-program pembangunan yang sudah dicanangkan pemerintah.
“Tugas kita semua, terutama dalam FORMAS, adalah mengawal program-program pemerintah agar tidak ada penyimpangan, korupsi, atau penggelapan anggaran yang merugikan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Hashim uga menekankan optimisme terhadap masa depan Indonesia, khususnya di bawah pemerintahan Prabowo Subianto, yang berkomitmen untuk memberantas korupsi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Saya yakin, dengan langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, Indonesia bisa terbebas dari kemiskinan,” katanya.
