Strategi Kemendag Jaga Pasokan dan Harga Bapok

0
Strategi Kemendag Jaga Pasokan dan Harga Bapok

Di tengah merebaknya kasus penyebaran virus Corona (COVID-19), Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Puasa dan Lebaran 2020. Sebagai bagian penanganan dampak COVID-19, Kemendag melakukan langkah-langkah strategis. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo berkaitan dengan upaya percepatan penanganan dampak COVID-19 di Indonesia di sektor perdagangan dan ekonomi.

“Berkaitan dengan strategi meningkatnya harga bawang putih dan bawang bombay dan untuk mengatasi dampak COVID-19 ini, Kemendag telah mengambil langkah strategis dengan membebaskan Persetujuan Impor bawang putih dan bawang bombay hingga 31 Mei 2020 dengan menerbitkan Permendag Nomor 27 Tahun 2020 dan mulai diundangkan pada 18 Maret 2020 serta akan diberlakukan pada 19 Maret 2020,” kata Mendag Agus Suparmanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/3).

Mendag Agus menyampaikan, saat ini yang menjadi isu krusial adalah gula pasir. Untuk itu secara teknis Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto menyampaikan beberapa strategi yang dilakukan Kemendag yaitu Pertama, Kemendag telah melakukan rapat koordinasi dengan pengusaha ritel modern dan produsen gula yang mendapat penugasan dari pemerintah untuk memproduksi raw sugar menjadi Gula Kristal Putih (GKP) untuk mengisi stok gula di seluruh ritel modern pada minggu ini.

Kedua, guna menyikapi rencana masuknya Gula kristal putih pada akhir Maret 2020 sebagai gula konsumsi, Kemendag telah membuat komitmen yang harus dijaga bersama dengan APRINDO dan importir gula bahwa harga gula pasir di ujung ditetapkan Rp12.500/kg.

Selanjutnya, untuk mengawasi pasokan dan harga agar terjangkau masyarakat, Kemendag melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan Pusat dan Bareskrim dibantu Gubernur Propinsi Lampung di wilayah Lampung. Hasilnya ditemukan beberapa pelaku usaha masih memiliki stok gula pasir yang dapat dipasok untuk memenuhi kebutuhan di Provinsi Lampung dan Jawa khususnya Jakarta.

Mengatasi hal ini dalam implementasi teknis, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Angriono menegaskan Kemendag menemukan stok gula pasir yang bisa menambah stok gula di masyarakat.

“Kemendag meminta dan sepakat dengan pelaku usaha untuk menggelontorkan gula yang disimpan sejumlah 33.000 ton gula pasir untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta dan wilayah sekitar Lampung, seperti Jambi dan Riau. Distribusi gula pasir dilakukan per hari ini, 18 Maret 2020, untuk mengisi pasar ritel sehingga masyarakat dapat membeli dan mengkonsumsi Gula kristal putih dengan harga Rp12.500/kg. Harga yang ada di pasar ritel juga dapat diturunkan sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat,” ujar Very.

Langkah strategis lainnya, Kemendag memfasilitasi pelaksanaan pasar murah, baik di tingkat pusat maupun di daerah, melalui kerja sama dengan pelaku usaha barang kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dengan harga murah menjelang Puasa dan Lebaran 2020 nanti.

Kemendag juga bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang mengambil keuntungan sepihak/penimbunan barang kebutuhan pokok yang dapat merugikan semua pihak. Kemendag berharap Satgas Pangan secara tegas juga akan melakukan tindakan hukum apabila terdapat oknum pelaku usaha yang melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok mengingat kondisi saat ini antara suplai dan demand dalam kondisi yang tidak normal akibat dampak COVID-19.

“Dalam rangka jaminan ketersediaan produk masker di dalam negeri, pemerintah telah mengeluarkan Permendag No. 23 Tahun 2020. Intinya ialah adanya kebijakan pelarangan sementara ekspor produk antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker,” tegas Mendag Agus, sebagai langkah Pemerintah dalam menyediakan stock produk kesehatan yang sulit didapat masyarakat saat ini, seperti masker dan hand sanitizer.

“Menyikapi perkembangan penyebaran COVID-19 di Indonesia saat ini yang mengganggu perkembangan perdagangan dan ekonomi di Indonesia, sekali lagi Mendag mengharapkan peran serta masyarakat dan agar tetap tenang, tidak panic buying seperti yang selalu disampaikan. Kita bersama-sama harus dapat menjaga situasi di lingkungan masing-masing supaya tetap kondusif dan optimis dapat melalui masa sulit ini. Kemendag juga akan memastikan stok barang kebutuhan pokok terpenuhi dan harganya terjangkau masyarakat,” ujar Mendag Agus Suparmanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *