Survei: Generasi Milenial Optimis Bisa Memiliki Rumah Idaman
Kondisi pasar properti yang lebih positif mendapat sambutan yang baik dari generasi milenial. Mereka optimistis dengan rencananya untuk membeli rumah dalam enam bulan ke depan. Hal ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan Rumah.com bersama Intuit Research yang menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki optimisme untuk membeli rumah idaman.
Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2018 menunjukkan bahwa sebanyak 63% responden mengaku berencana membeli rumah dalam enam bulan ke depan.
Dari total responden yang optimistis membeli rumah, sebesar 44% berasal dari kelompok usia 21-29 tahun, atau milenial muda. Sementara 35% lainnya berasal dari milenial tua, kelompok usia 30-39 tahun.
Marine Novita, Country Manager Rumah.com menyatakan bahwa survei menunjukkan semakin tinggi usia, maka semakin kecil rencana membeli rumah. Ini karena kelompok usia yang lebih tua sudah punya rumah atau mereka sudah memiliki banyak tanggungan, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk keperluan sehari-hari sudah cukup besar, membuat mereka harus berpikir dua kali jika harus mengambil cicilan rumah.
“Oleh karena itu, generasi milenial harus secepatnya mengambil keputusan untuk membeli hunian. Semakin muda usia saat membeli rumah, maka akan semakin baik. Belilah rumah di saat belum banyak tanggungan,” jelasnya.
Menurut Marine, hasil survei tersebut menunjukkan kesadaran generasi milenial untuk memiliki hunian sendiri sudah cukup tinggi. Untuk itu, mereka perlu diberikan advokasi ataupun panduan langkah-langkah proses pembelian rumah yang benar maupun bagaimana cara menemukan hunian idaman yang tepat.
“Sangatlah wajar jika dalam proses pencarian hingga mengambil keputusan membeli rumah, generasi milenial ini kadang-kadang mengalami keraguan, terutama jika melihat harga rumah yang mencapai ratusan juta rupiah dan rumitnya proses transaksi pembelian yang diperlukan. Rumah.com hadir memberikan panduan bagi generasi milenial untuk bisa memiliki rumah,” jelas Marine.
Data dari Rumah.com Property Index ini bisa digunakan sebagai panduan bagi generasi milenial untuk membeli rumah baru karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.
Selain itu dengan memanfaatkan fitur Review Properti, pencari rumah bisa mengetahui akses transportasi terdekat dengan hunian idaman. Jika lokasi hunian jauh dari kantor tapi dekat dengan sarana transportasi baik pribadi maupun umum, maka ini adalah pilihan hunian yang tepat.
Bagi generasi milenial, masalah harga beli hunian memang menjadi kendala, salah satunya adalah uang muka, meskipun pemerintah telah menurunkan besaran uang muka hingga tinggal 15% untuk pembelian rumah pertama.
“Jika nilai ini dirasakan masih terasa besar bagi sebagian kalangan, masih ada solusi lainnya. Banyak pengembang yang memberikan bantuan atau promo uang muka hingga 5% atau uang muka yang bisa dicicil. Ini bisa sangat membantu para pencari rumah khususnya bagi generasi milenial,” katanya.
Untuk pendanaan pembelian hunian, generasi milienial bisa memanfaatkan skema pembiayaan seperti KPR, baik dari bank komersial yang sudah begitu banyak ragamnya maupun dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK). KPR dari BPJSTK ini bisa dimanfaatkan oleh para karyawan yang telah terdaftar menjadi peserta aktif BPJSTK selama minimal satu tahun dan belum memiliki rumah pertama.
