Tak Bijak: Sering Membanding Pasangan dan Mantan

0
18848599

Tidak ada seorang wanita pun yang suka dibanding-bandingkan dengan wanita lain. Wanita akan merasa sakit hati ketika pasangannya membandingkan dirinya dengan wanita lain, apalagi kalau yang dibandingkan adalah kelebihan wanita lain. Padahal secara pribadi, kedua wanita yang dibandingkan itu jelas-jelas memiliki sisi kepribadian yang sangat berbeda. Inilah pola pikir pria yang sering menyebalkan bagi wanita. Sayang, tidak semua pria memahami hal ini. Pria terjerumus pada pola pikir yang salah dan tidak membuat nyaman wanita yang sekarang menjadi pasangannya ketika ngobrol.

Dalam pikiran pria, melupakan seseorang membutuhkan waktu yang lama. Alasan tersebut membuat mereka memiliki segudang cerita mengenai wanita-wanita yang pernah hadir dalam kehidupan mereka. Kemudian, mereka tanpa sadar menceritakannya pada pasangan mereka saat ini. Akibatnya, wanita yang menjadi pasangan pria tersebut merasa tidak dicintai dan berpikir kalau prianya masih memikirkan, mengenang, hingga terus membicarakan mantan-mantannya. Wanita jadi merasa tidak berharga, tidak dianggap, atau derajatnya jauh lebih rendah dari wanita yang ada di pikiran pasangannya.

Psikolog Ratih Ibrahim mnyebutkan banyak wanita yang cemburu dengan mantan kekasihnya. Walaupun sang pria telah berpisah lama dan tak berkomunikasi. Oleh karena itu jangan pernah membandingkan kekasih dengan pasangan yang sekarang. Lebih realistis alah mencoba membangkitkan kepercayaan diri agar menjadi lebih baik. Bisa juga dengan membuat daftar tentang segala hal yang membuat sepasang kekasih saling mencintai. Menemukan pria dengan pikiran yang masih dipenuhi dengan kisah cinta bersama mantan tentu akan membuat wanita makan hati. “Kamu sekarang sedang menjalin cinta dengan aku, bukan dengan dia, kan? Kalau masih memikirkan mantan, kenapa memilih aku. Aneh.” Begitu kira-kira tanggapan wanita.

Ketika pria membicarakan mantan, besar kemungkinan mereka hendak mengatakan, “Aku belajar banyak dari mantan-mantanku agar hubungan kita menjadi lebih baik dan lebih bernilai. So, aku memilihmu sekarang dan tidak ingin kamu seperti mantan-mantanku.” Hanya saja karena ini ditanggapi lain, seperti yang dikatakan Scott Haltzman penulis The Secret of Happily Married Men, pria mengkhawatirkan sikap emosional pasangannya sehingga cenderung menjauhi konflik. Mereka akhirnya lebih baik diam dan tutup mulut soal mantan supaya menghindari hal buruk dalam hubungan. Meski pria niatnya sekadar cerita, si wanita akan tetap tidak suka padahal kadang memancing sendiri agar si pria terbuka. Wanita sebenarnya tak siap dengan jawaban-jawaban yang keluar dari mulut pasangan nantinya.

Nah, sebenarnya seperti itulah kira-kira pikiran pria. Mereka hendak meninggikan posisi pasangannya. Namun di saat yang sama, mereka tidak ingin kesalahan hubungan di masa lalu terjadi lagi di hubungan yang sekarang mereka jalani. Ungkapan ‘tidak mudah bagi pria jatuh cinta dan  move-on ketika cinta sejatinya bertepuk sebelah tangan’ ada benarnya untuk kasus ini. Yang diperlukan seorang wanita ketika dihadapkan dengan pria model ini adalah mengatakan terus terang bahwa wanita akan berusaha sebaik mungkin menjaga cinta sang pria. Tetapi wanita juga bisa meminta kepada pasangannya agar mengurangi cerita-cerita tentang mantannya. Pada dasarnya, wanita adalah makhluk yang tidak suka disaingi oleh orang lain, lebih-lebih disaingi sesama wanita yang bertalian dengan pasangannya saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *