Tarian Nusantara, Musik Daerah dan Cara Membatik Ramaikan Bandara Changi
Ada yang berbeda dengan Bandara Changi, Singapura, di bandara ini anda dapat melihat pergelaran tari nusantara, seni angklung dan cara membatik. Kegiatan-kegiatan itu dihadirkan di booth Indonesia yang terdapat di terminal 3 bandara. Kegiatan ini merupakan salah satu promosi Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan destinasi wisata dan beragam budaya di Indonesia kepada dunia.
Kegiatan yang berlangsung 10 Maret hingga 2 April 2017 itu mengusung tema ‘Wonderful Indonesia pada Discover Indonesia: an Indonesian-Themed Exhibition in Changi Airport‘. Kerjasama tersebut dinilai oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya menguntungkan kedua pihak. Bandara Changi punya suatu pamentasan menarik untuk para pengunjung, sedangkan nama Indonesia makin berkibar dan dikenali di kancah internasional.
“Tiga Minggu, Wonderful Indonesia menjaring ‘ikan’ di kolam tetangga. Bagi kita, juga untung. Bisa ikut promosi buat 15 juta wismannya Singapore setahun, dan para penumpang transit yang melewati Changi untuk beberapa jam saja” kata Menpar.
Promosi yang dilakukan Kemenpar ini pun membuahkan hasil. Banyak pengunjung yang melihat booth Indonesia. Apalagi pengunjung banyak yang tertarik saat Booth ini menggelar tarian nusantara. Tidak hanya itu pengunjung bandara juga dipersilahkan untuk mencoba cara membatik. Promosi suvenir dan kuliner, pun tidak ketinggalan untuk di pameran termasuk memainkan alat musik daerah. Kemenpar memilih bandara Changi, karena salah satu bandara terbaik di dunia itu merupakan bandara transit. Kebanyakan penumpang yang transit hanya menghabiskan waktunya di bandara sebelum kembali melanjutkan rute perjalanannya.
Menurut Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah ASEAN, Rizki Handayani, kegiatan yang digelar Kemenpar bekerjasama dengan KBRI Singapura dan Changi Airport Group (CAG) ini sudah berlangsung sejak 2014 lalu. Hasilnya semakin bagus, dan sekarang diperkuat dengan Visit ASEAN@50, keputusan bersama dalam ministrial meeting di Singapore 2017, untuk bersama-sama memasarkan pariwisata kawasan ASEAN. Program di Changi ini menjual 2 country 1 destination, bukan hanya berjualan Changi atau Indonesia saja.


