Tarif Masukan Taman Nasional Komodo Tahun Depan Bakal Naik

0
Loh Buaya

Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan mancanegara (wisman) atau wisatawan nusantara  (wisnus). Di taman seluas 173.300 hektar itu,  para wisatawan dapat menikmati tingkah laku komodo. Meski menjadi destinasi wisata favorit,  Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) akan menaikan tarif masuk di tahun depan.

Kenaikan besar kini sedang digodok agar tidak terlalu memberatkan wisatawan. “Kita akan meningkatkan kelas tarif untuk masuk kawasan. Saat ini berada di kelas tiga, apakah nanti bisa dinaikkan ke kelas satu atau kelas dua,” kata Sudiyono, Senin, 13 November 2017.

Kepala BTNK Sudiyono mengatakn tujuan dinaikan tarif masuk ini, tak lain adalah untuk menambah pendapatan. Penadapatan dipastikan mempengarui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Jika pendapatan merangkak naik maka PNBP secara otomatis juga ikut naik.

“Selain menambah pendapatan untuk me-manage jumlah kunjungan supaya tidak terlalu banyak. Kita bukan wisata mahal, tetapi ini secara tidak langsung untuk pembatasan jumlah pengunjung,” kata dia.

Kenaikan tarif masuk ke TNK ini, kini sedang dibahas mengenai besaran yang ideal untuk wisatawan. Saat ini tarif masuk dikenakan Rp 5.000 untuk wisatawan nusantara (wisnus) dan Rp 150 untuk wisatawan mancanegara (wisman)

Rencananya ada kenaikan sebesar Rp 7.500 hinggs Rp 10.000 untuk wisnus. Sedangkan untuk wisnas akan diusulkan menjadi Rp 200.000 hingga Rp 250.000.

Sudiyono membenarkan ada rentan yang sangat jauh untuk tarif tiket masuk bagi wisnus dan wisman. Menurut Sudiyono harus dibedakan antara tarif masuk untuk wisnus dan wisman. Jika disamakan makan tarif untuk wisman terlampau murah. Pengeluaran  Wisman saat berlibur ke Indonesia  diketahui paling banyak untuk mengeluarkan uang. Baik itu untuk berbelanja souvenir hingga  kuliner.

“Kita kan rupiah, mereka kan standarnya dolar. Kalau dihitung dolar, waduh, misalnya dikenakan Rp 5.000 juga seperberapanya itu. Itukan terlalu murah kalau dihitung dollar. Makanya kita patok sebesar Rp 150.000 untuk saat ini,” kata Sudiyono.

Tiket tersebut hanya satu kali pembelian, dan bisa digunakan untuk berkeliling TN Komodo dalam jangka waktu satu hari. Sehingga, jika wisatawan masih ingin menjelajah di kawasan Taman Nasional Komodo, tentu harus membeli tiket lagi.

“Iya harus beli lagi, itu ada aturannya di PP (Peraturan Pemerintah). Tiket hanya berlaku satu hari. Kalau hari berikutnya ada kegiatan, berarti membeli (tiket) lagi,” kata Sudiyono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *