Tembus Rp17.128 per US Dolar, BI Pastikan Siap Intervensi

0
13ce9d82-84d2-413b-aa74-74053c6aae95

Ilustrasi BI turun tangan setelah nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika serikat jatuh di nilai terendah

El John News, Jakarta-Bank Indonesia merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.128 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi, (13/4/2026). Angka tersebut tercatat sebagai titik terendah sepanjang sejarah sekaligus menunjukkan penurunan sebesar 24 poin atau 0,14 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menegaskan bahwa otoritas moneter akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Ia memastikan berbagai instrumen kebijakan telah disiapkan guna meredam gejolak yang terjadi.

“Bank Indonesia selalu akan ada di pasar. Kita terus akan menjaga stabilitas daya rupiah dengan berbagai instrumen yang kita miliki,” ujar Destry di Jakarta.

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah tidak terjadi secara spesifik di dalam negeri. Sejumlah mata uang di kawasan Asia juga mengalami pelemahan akibat dinamika global, termasuk dampak konflik geopolitik yang masih berlangsung.

“Pergerakan nilai tukar ini tidak hanya dialami Indonesia. Beberapa negara lain juga mengalami kondisi serupa,” jelasnya.

Sejak meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pada akhir Februari lalu, nilai tukar rupiah tercatat telah melemah sekitar 1,9 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang berdampak pada arus modal dan sentimen pasar.

Untuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia mengoptimalkan intervensi di berbagai lini, mulai dari pasar spot hingga instrumen derivatif. Intervensi juga dilakukan melalui skema Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) serta Non Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.

Destry menjelaskan bahwa bank sentral turut memperluas partisipasi pelaku di pasar internasional guna memperkuat stabilitas rupiah. Langkah ini diharapkan mampu meredam tekanan yang berasal dari pasar global.

Ia juga menyoroti pergerakan di pasar NDF yang sempat menunjukkan pelemahan tajam di atas Rp17.100, meskipun belum didukung transaksi riil. Menurutnya, respons cepat langsung dilakukan oleh tim Bank Indonesia untuk menjaga keseimbangan pasar.

Selain itu, BI memastikan pemantauan pasar dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam. Aktivitas pengawasan dimulai dari pembukaan pasar Asia hingga berlanjut ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.

“Kita mengoptimalkan kantor perwakilan di luar negeri seperti di London dan New York untuk terus memantau pergerakan pasar global,” ungkapnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *