CinemaPageants

Tertarik Berakting, Dita Zulaika Main di Film ‘Mawang: Jangan Sebut Namanya’

Setelah film ‘Mencadin: Dendam Pocong’ rilis, kali ini film lain yang dibintangi Miss Tourism International Indonesia 2021/2022 Dita Zulaika berjudul ‘Mawang: Jangan Sebut Namanya’ hadir di bioskop.

Dita mengaku senang film ‘Mawang: Jangan Sebut Namanya’ tayang dan memperkenalkan salah satu dari banyaknya cerita legenda masyarakat Bangka Belitung.

“Perasaannya sangat senang dan bangga sekali karena film Mawang ini merupakan urban legend yang sangat dinantikan karya filmnya oleh masyarakat Bangka Belitung. Semua masyarakat Bangka Belitung tahu dengan sosok Mawang ini seperti apa dan ceritanya sudah melegenda dari zaman dahulu,” ucapnya.

Dita mengaku sangat tertarik terjun ke dunia akting, terlebih industri perfilman merupakan salah satu subsektor dari ekonomi kreatif.

Dengan adanya film ‘Mawang: Jangan Sebut Namanya’, Dita berharap dapat mempromosikan pariwisata Bangka Belitung dengan menuangkan budaya dan tradisi.

“Maka dari itu saya ingin mengikuti proyek Mawang ini karena sebagai bentuk support saya sebagai Miss Tourism International Indonesia untuk mendukung ekonomi kreatif Indonesia, serta pelaku-pelaku industri kreatif lainnya melalui subsektor industri perfilman ini,” ucap Putri binaan Yayasan El John Indonesia.

Di film ‘Mawang: Jangan Sebut Namanya’, Dita berperan sebagai Riska yang merupakan salah satu mahasiswi dari universitas di Bogor yang melakukan penelitian pohon langka yang ada di Bangka Belitung.

Namun, penelitian mereka justru berujung teror dari sebuah makhluk tak kasat mata akibat sikap mereka yang melanggar aturan.

“Saya dan beberapa teman saya menyalahi aturan yang sudah dibuat dari desa tersebut dan akhirnya munculah teror-teror dari sosok yang tidak sengaja terpanggil, yaitu Mawang. Teror Mawang meresahkan karena dia datang kembali karena kelalaian dari mahasiswa-mahasiswi ini setelah dulunya sudah sempat terkunci,” katanya.

Dita mengaku memiliki banyak kesulitan karena film tersebut berkaitan dengan adat dan budaya dari Bangka Belitung.

“Jadi setiap melakukan adegan atau pergi ke suatu tempat yang keramat di Bangka Belitung, kita harus melakukan ritual-ritual dahulu. Ada banyak kejadian janggal ketika melakukan syuting ini karena memang nama sosok ini tidak boleh disebutkan sampai tiga kali di Pulau Bangka karena diyakini sosok ini akan datang. Jadi benar-benar tantangannya secara mistis snagat tersa sekali ketika syuting film Mawang ini,” jelasnya.

Dita menargetkan satu juta penonton dari populasi masyarakat Bangka Belitung yang mencapai kurang lebih 1,4 juta jiwa.

“Harapannya untuk film ‘Mawang: Jangan Sebut Namanya’ bisa kembali rebranding Pulau Bangka Belitung dari berita-berita negatif yang kemarin sempat ramai. Semoga kembali lagi mengangkat berita positif dari Bangka Belitung melalui urban legend film Mawang ini,” harapnya.

“Semoga melalui film ini banyak wisatawan yang tertarik yang mau datang ke Bangka Belitung karena melihat keindahan dari objek-objek wisata yang kita punya,” sambungnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button