Terus Alami Kenaikan, Ditargetkan Devisa Dari Pariwisata Sebesar US$20 Miliar pada 2019
Sejak diamanatkan Pariwisata sebagai leading sector oleh Presiden Jokowi, sektor yang satu ini terus menyumbangkan devisa bagi Indonesia, yang nilainya cukup fantastis. Data dari Kementerian Pariwisata, menyebutkan dari tahun ke tahun devisa dari pariwisata terus naik.
Di mulai dari tahun 2015 yang hanya mencapai US$12,2 miliar, kemudian naik di tahun 2016 yang mencapai US$13,6 miliar dan 2017 naik lagi menjadi US$15 miliar. Untuk tahun ini, ditargetkan devisa dari pariwisata mencapai US$17 miliar dan tahun 2019 targetnya juga dinaikkan.
“Sehingga tahun 2019 kita targetkan devisa 20 miliar dollar AS,” ujar Arief dalam diskusi di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.
Tren positif itu, sudah membuktikan pariwisata menjadi devisa nasional ke empat setelah setelah industri kelapa sawit (CPO), migas, dan batu bara. Menpar pun tak memungkiri, bahwa Pariwisata bisa mengungguli sektor migas.
“Ketika sudah mencapai 20 miliar dollar AS, kita harapkan pariwisata menghasilkan devisa terbesar di Indonesia,” kata Menpar.
Devisa yang dihasilkan dari pariwisata, salah satunya diraih dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Kunjungan wisman mengalami kenaikan siginifikan dari 2015 – 2017. Tahun 2015 sebanyak 9,7 juta, tahun 2016 menjadi 11,5 juta dan tahun 2017 sebanyak 14 juta. Pertumbuhan total kunjungan Wisman Indonesia tahun 2017 sebesar 22% lebih tinggi daripada regional ASEAN (7%) dan dunia (6,4%). Sampai bulan Agustus 2018, jumlah wisman mencapai 10,58 juta dari 17 juta yang ditargetkan.
“Wisatawan nusantara juga terus naik. Sejak tahun 2015 sebanyak 255 juta, tahun 2016 berkembang lagi menjadi 264 juta, dan tahun 2017 meningkat lagi menjadi 271 juta,” kata Menpar Arief Yahya.
Selain itu, Ranking Index Pariwisata Indonesia yang disampaikan oleh WTTC, secara konsisten juga mengalami kenaikan, dari ranking 70 di tahun 2013, melonjak tajam ke ranking 50 di tahun 2015, dan naik ke ranking 42 di tahun 2017.
