The Hotel Week Indonesia 2017 Diharapkan Dapat Promosikan Produk UKM Lokal
Kementerian Perindustrian (Kemeperin) menyambut baik digelarnya events The Hotel Week Indonesia 2017 yang dilangsungkan di Jakarta Convention Center (JCC), pada 23-25 November 2017. Pameran ini, sangat berperan besar dalam memasarkan produk industri kecil dan menengah (IKM) yang dibutuhkan indutsri perhotelan tanah air.
“Kami mendukung pameran offline ini, untuk mempromosikan produk furniture, kemudian mabel dan industri kecil lainnya. Karena kalo bicara pariwisata yang paling dekat adalah hotel kemudian spa Indonesia juga bagus sekali,” kata Direktur Jenderal Indusri Kecil dan Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih, dalam pidato pembukaan The Hotel Week 2017 di JCC, Kamis, 23 November 2017.
Gati menjelaskan bahwa Kemenperin terus mendorong IKM dalam negeri untuk dapat menjadi raja di negeri sendiri sebagai pemenuhan kebutuhan hotel di Indonesia
“Kami sebagai Pembina industri kecil dan menengah, pada dasarnya kebutuhan hotel itu bisa banyak mensuply dari industry kecil dan menengah,” ujar Gati.
Gati berharap pameran ini dapat membantu memenuhi target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019 mendatang yang telah ditetapkan pemerintah.
“Pameran ini dapat menjadi wadah untuk mensinergikan antara pemerintah asosiasi dan juga para pelaku hospitality industry sehingga dapat mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara untuk dating ke Indonesia pada tahun 2019,” tutup Gati.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mendukung rencana Kemenperin untuk menguatkan IKM lokal sebagai penyuplai kebutuhan Hotel di Indonesia. Menurut Hariyadi, PHRI akan mengkonsolidasikan hal ini dengan Kemenperin agar hotel-hotel di Indonesia dapat lebih banyak lagi menggunakan produk IKM dalam negeri untuk memperindah tampilan hotel di mata wisatawan.
“Ini suatu potensi yang sangat besar buat kita semua dan tentunya akan menggerakan ekonomi kita sebagai konsumen dan lebih khususnya sebetulnya adalah untuk segment UKM, mungkin ini untuk binaaanya Bu Gati karena hampir kalo justru kebutuhan sehari-hari itu lebih banyak di supply oleh UKM mulai dari sayur, amenitis itu adalah UKM,” kata Hariyadi dalam sambutannya.
Menurut Hariyadi pemeran ini digelar untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan pariwisata nasional. “Pameran ini, kita bisa berinteraksi dengan teman-teman penyedia jasa internet, kemudian juga masyarakat umum untuk bagaimana kita bisa memajukan pariwisata kita ke depan,” ujar Hariyadi.
Event yang digelar CNG Media and Events ini merupakan ajang konferensi dan eksibisi dengan fokus di bidang hotel dan pariwisata.
Untuk mensukseskan acara tersebut CNG Media and Events menggandeng beberapa organisasi kepariwisataan seperti Gabungan Industri Pariwisata (GIPI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Jakarta Hotel Asspciation (JHA), Hotel Iformation Technologi Association (HITA) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Event ini digelar berangkat dari tantangan kedepan yang dihadapi industri perhotelan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digital dewasa ini. Tantangan tersebut yakni kondisi kelebihan pasokan kamar (oversupply) yang terjadi di kota-kota besar, kekurangan tenaga kerja terlatih (brain drain) dan semakin tergerus keuntungan dari pemilik hotel karena online tracel agency meminta komisi yang lebih tinggi dari travel agency.
Oleh karena itu, The Hotel Week Indonesia hadir untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Solusi ini akan dikemas dalam bentuk diskusi yang menampilkan narasumber dari CEO atau Direktur hotel terkemuka di Indonesia, Pimpinan Organisasi Kepariwisataan dan Pakar Pariwisata.

