Tim 8 Koalisi Perubahan Mulai Mencari Pendamping Anies di Pilpres 2024

0
Anies-Baswedan-Calon-Presiden-di-Usung-Partai-Nasdem-Miftahul-Hayat-2

Koalisi Perubahan mulai bekerja untuk mencari pendamping Anies Baswedan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pencarian  calon wapres pendamping Anies dilakukan tim 8 bentukan Koalisi Perubahan.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan dalam tugasnya tim 8 juga akan meminta pandangan para tokoh nasional tentang calon yang cocok untuk maju bersama Anies di Pilpres nanti.

“Tim 8 sekarang sedang sowan ke beberapa tokoh untuk meminta pandangan siapa yang cukup pas mendampingi Anies,” kata Willy, Senin (24/3/2023).

Willy berharap setelah pergantian bulan tepatnya pada Mei 2023, tim 8 telah mengantongi nama-nama yang layak untuk menjadi pendamping Anies.

“Jadi ini masih dalam time frame untuk belanja usulan sih. Jadi sampai bulan Mei ini kami coba ya lihat lah nanti kalau ada,” kata Willy.

“Kan selalu politik butuh element of surprise, kalau tepat waktunya pasti kami akan mengumumkannya,” tutupnya.

Delapan orang yang mengisi tim itu adalah Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, Sugeng Suparwoto, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dan Ketua DPP PKS Al-Muzammil Yusuf.

Selanjutnya, dari Demokrat ada Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya, dan Iftitah Sulaiman Suryanegara. Kemudian, dari perwakilan Anies adalah Sudirman Said, dan Dadang Dirgantara.

Sebelumnya, Anies juga sudah menyampaikan beberapa pesan kepada relawannya di seluruh Indonesia yang mendukung di pencapresan 2024. Pesan ini, disampaikan Anies terkait situasi politik terkini.

Anies menyampaikan butuh perjuangan untuk menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh rakyat  Indonesia

“Sebuah perjuangan untuk menghadirkan perubahan, untuk menghadirkan persatuan, untuk menghadirkan kesejahteraan dan yang paling penting untuk menghadirkan keadilan bagi semua, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Anies.

Anies menyebut perjuangan yang dilakukan tidak mudah dan butuh kerja keras untuk memuluskan tujuan bersama. Hal itu dikarenakan lawan yang dihadapi nanti merupakan lawan yang tidak ringan dan memiliki  banyak pengalaman sebagai pemimpin.

Meski demikian, Anies menegaskan bahwa para calon nantinya bukanlah musuh yang saling menghabisi, justru kehadiran para calon harus saling menguatkan.

“Lawan dalam Pilpres, lawan dalam pemilu adalah teman dalam demokrasi dan lawan yang kita akan hadapi ada lawan yang besar yang memiliki sumber daya yang lebih dari memadai untuk bisa menjalani bahkan memenangkan sebuah kompetisi,” ucap Anies.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *