Tinjau Banjir di Jatinegara, Wagub Rano Karno Pastikan Warga Terdampak Mendapatkan Bantuan

0
siaranpers_pemprov_dki-20250303150254_pebq4y_849

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan  meninjau lokasi banjir dan pengungsian di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (3/3/2025). Dalam tinjauan tersebut, Rano Karno memastikan bahwa para pengungsi yang ditempatkan di SDN Kampung Melayu 01/02 mendapat bantuan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan.

Rano Karno menyampaikan bahwa meskipun pengungsi yang telah ditampung di lokasi pengungsian mencapai 300 jiwa, namun masih ada sekitar 700 jiwa yang bertahan di rumah mereka masing-masing. Ia pun mengimbau agar para pengungsi berkumpul di titik pengungsian yang sudah disiapkan untuk mempermudah proses distribusi bantuan.

“Kami sudah meninjau kondisi di lapangan. Memang ada sedikit kendala karena masih ada sekitar 700 jiwa yang belum bergeser ke tempat pengungsian, padahal distribusi bantuan perlu dilakukan secara merata dan terkoordinasi,” ungkap Rano Karno.

Sementara itu, pemerintah DKI Jakarta menawarkan solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak banjir. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rano Karno menjelaskan bahwa rusunawa di Jagakarsa terdiri dari tiga tower yang masing-masing memiliki dua kamar. Pemerintah memberikan opsi bagi warga yang terdampak untuk pindah ke rusunawa tersebut, dengan pembayaran yang terjangkau.

“Kami sudah mempersiapkan rumah susun di Jagakarsa untuk relokasi warga terdampak banjir. Beberapa warga sudah menyatakan kesiapan mereka untuk pindah, dan kami akan memfasilitasi proses tersebut,” tambah Rano.

Terkait langkah-langkah pencegahan banjir ke depan, Wagub DKI menegaskan bahwa pengerukan sungai di Jakarta tetap menjadi prioritas utama pemerintah provinsi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan yang diprediksi masih akan berlangsung hingga bulan April mendatang, berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Hujan bisa terus turun hingga April, jadi kita harus pastikan waduk dan sungai dalam kondisi yang optimal. Kami terus melakukan pengerukan di seluruh sungai dan waduk Jakarta untuk memperlancar aliran air,” ujarnya.

Jakarta, yang dialiri oleh 13 sungai, memiliki tantangan besar terkait masalah banjir. Pada kesempatan tersebut, Rano Karno juga menjelaskan bahwa Bendungan Katulampa telah melebihi batas normal dan mengeluarkan peringatan siaga 1 untuk wilayah Jakarta.

“Masalah banjir di Jakarta sudah berlangsung lama. Kita perlu bekerja bersama untuk mengatasi hal ini. Saya diperintahkan oleh Pak Gubernur untuk memastikan pengungsi mendapat perhatian, sementara Pak Gubernur mengunjungi lokasi lain. Kami akan melakukan koordinasi dengan Pemprov dan pihak terkait untuk mencari solusi dalam waktu dekat,” tambahnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus bekerja keras untuk mengatasi genangan air di berbagai wilayah. BPBD DKI mengerahkan personel di setiap kecamatan untuk memantau kondisi genangan air dan berkoordinasi dengan perangkat daerah lainnya, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Penanganan darurat seperti penyedotan air dan pemeliharaan saluran drainase terus dilakukan untuk memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air yang masih bisa terjadi. Untuk melaporkan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan, masyarakat bisa menghubungi nomor telepon 112, yang tersedia 24 jam dalam sehari, gratis, dan siap melayani setiap keluhan darurat yang muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *