CultureMarine TourismTourism

Tradisi Saling Siram Air Laut di Pulau Kelapa Berlangsung Meriah

Sabtu, 13 Mei 2016, Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulaun Seribu Utara, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, dipenuhi puluhan kapal kayu. Kapal-kapal ini bukan untuk menangkap ikan, namun kehadiran mereka untuk melakukan saling siram air sesama kapal yang ada di Pulau ini. Ember dan plastik menjadi alat bantu agar air laut  yang disiramnya kena sasaran. Tidak hanya sesama kapal, namun mereka juga menyiram daratan. Tidak ketinggalan warga yang ada di daratan ikut melakukan ritual yang sama, yakni  yang saling siram hingga mengenai  tamu undangan.

Kegiatan siram ini merupakan bentuk Syukuran Laut masyarakat nelayan Pulau Kelapa Dua, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulaun Seribu Utara, Kepulauan Seribu Pesta Laut yang digelar di atas perahu nelayan ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur penduduk pesisir laut atau masyarakat yang menggantungkan penghasilannya dari laut.

“Ini memang menjadi tradisi sejak nenek moyang kami, aksi siram menyiram ini sebagai tanda berbagi keceriaan setelah setahun penuh kita mendapatkan rejeki dari hasil melaut. Tidak ada rasa marah saat disiram air, tanda kita semua bersyukur,” kata  Ketua Panitia Festival Pesona Bahari Pulau Kelapa Dua, H. Amir.

Puncak acara Pesta Laut ditandai dengan pembacaan doa di dua dermaga sandar Pulau Kelapa Dua. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan madua sipulung yakni duduk bersila bersama sambil menyantap hidangan yang telah disediakan. Suasana akrab terlihat di acara puncak. Rasa puas dan senang terlihat dari raut wajah warga pulau kelapa. mereka tampak menikmati hindangan yang disediakan, setelah rela berbasah-basahan dulu.

“Semua duduk sama rata, bersila, tidak ada bangku atau kursi. Semua menjadi setara dihadapan sang pencipta,” kata Amir seperti dimuat dalam siaran pers.

Apresiasi tinggi ditunjukkan Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Arief Wibowo. Ia berharap kegiatan pesta laut merupakan tradisi tahunan masyarakat nelayan Pulau Kelapa Dua yang telah berlangsung sejak 20 tahun lalu.

“Dukungan Kemenpar (Kementerian Pariwisata) membuat kegiatan ini berlangsung sangat meriah dan menjadi makna dari Pesta Laut itu sendiri yakni sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT setelah selama satu tahun mengeruk hasil kekayaan laut berupa ikan,” katanya.

Tidak hanya dari Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementeria Pariwisata Esthy Reko Astuti juga ikut mengapresiasi acara ini. Esthy menyatakan Kemenpar memang sangat mendukung kegiatan di daerah yang telah ditetapkan menjadi destinasi 10 “Bali Baru” ini.

Esthy, yang  didampingi Kasubdit Promosi Wisata Pantai dan Pesisir Kemenpar I Nyoman Wija Sudiantara, berharap agar pada tahun-tahun mendatang acara seperti ini dikemas lebih baik lagi dengan menggelar sejumlah acara pendukung.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menurutnya punya rumus pra-acara, acara dan pasca-acara dalam mengemas promosi di media. Lalu strategi medianya harus konvergensi, dengan paid media, own media, social media dan endorser media.

“Tetap dilaksanakan oleh masyarakat dan pemerintah setempat, Kemenpar mendukung dan memberikan bantuan agar kegiatan berjalan lancar dan nuansanya tidak hilang,” ujar Esthy.

Sementara itu I Nyoman Wija Sudiantara menambahkan syukuran laut ini juga diisi dengan kegiatan parade kapal nelayan. Para nelayan telah menghiasi kapal menggunakan kertas warna-warni dan memasang umbul-umbul dari kain panjang bercorak batik. Selain itu, di kapal juga dihiasi berbagai makanan pokok nelayan yang dijadikan bekal saat menangkap ikan.

“Letusan petasan menandai bergeraknya puluhan perahu hias nelayan ini mengitari Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua. Ini acara menarik dan harus dilestarikan,” kata Nyoman.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button