Tren Peningkatan Potensi Bisnis Industri Agro & Mining Cukup Tinggi
Kondisi itu bukan sekadar pernyataan semata. Tetapi melihat tren yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, secara jelas makin membuktikan eksistensi Indonesia sebagai negara dengan potensi sumber daya alam ( agro industri ) yang merajai dunia.
Dimana ada 3 sektor agro industri yang saat ini menjadi andalan utama Indonesia. Produsen Karet ( Indonesia masuk menjadi produsen karet terbesar ke-2 di dunia dengan produksi 3.107.544 ton ), Kakao ( dengan potensi jumlag produksi 777.500 ton, Indonesia masuk menjadi negara produsen ke-3 terbesar di dunia ) . Dan yang paling bersinar tentu saja Kelapa Sawit ( Indonesia menjadi negara produsen terbesar ke-1 di dunia dengan total produksi tahun 2015 saja berjumlah 31,1 juta ton ).
Tidak saja untuk sektor agro industri. Begitu pula untuk sub sektor mining ( pertambangan ). Indonesia sebagai negara kepulauan sudah pasti potensi Sumber Daya Alam ( SDA ) Indonesia cukup berlimpah. Namun sangat di sayangkan, sekalipun potensi sumber daya alamnya cukup besar yaitu mencapai Rp200 ribu triliun ( terdiri dari minyak, gas, batubara, tembaga, emas, nikel, perak dan lain), seperti yang disampaikan oleh Pengamat Energi Kurtubi.
Namun sangat di sayangkan justru daya saing industrinya belum sebesar potensi SDA-nya. Sekalipun masih jauh dari prestasi yang terjadi pada sektor agro industri. Tapi secara berangsur Indonesia sudah mulai bisa menunjukkan tren peningkatan kinerja di sektor industri mining di dunia. Jika di tahun 2018 berdasarkan kinerja daya saing industri Indonesia masih berada di ranking 43 di dunia. Tetapi di tahun 2019 Indonesia naik 11 point menjadi berada di peringkat 32 besar di dunia berdasarkan data dalam IMD World Competitiveness Ranking 2019.
Menariknya peningkatan ranking itu di dasarkan pada satu kondisi yaitu berkat adanya peningkatan efisiensi di sektor pemerintahan dan perbaikan infrastruktur serta kemudahan berusaha yang semakin membaik di Indonesia. Terjadinya peningkatan daya saing baik dalam sektor agro industri dan juga sektor pertambangan jelas ini menunjukkan bahwa ke depan Indonesia akan bisa menjadi salah satu negara besar dalam pengelolaan industri pertambangan tidak saja di kawasan Asean tetapi juga dunia yang memiliki kompetensi salah satu terbaik untuk sektor yang berhubungan dengan sumber daya alam (SDA).
Itu potensi di sektor agro dan mining yang terkait dengan peluang bisnis di dunia. Di dalam negeri sendiri, memang masih terlihat bahwa sektor yang terkait dengan SDA masih menjadi andalan Indonesia dalam memberikan PDB secara nasional. Untuk industri agro memberikan sumbangan 49,11% dari total PDB ( Produk Domestik Bruto) sementara untuk industri pertambangan memberikan sumbangan 8,03% dari total PDB di tahun 2018 lalu.
Dari sini kita bisa berharap, ke depan kedua sektor ini akan mampu lebih besar perannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan konteks peningkatan daya saing industrinya baik di dalam negeri ataupun di dunia. Hanya memang untuk tujuan tersebut pelaku industri baik di sektor agro ataupun pertambangan tidak bisa bekerja sendiri. Kesemuanya mesti di dukung oleh kebijakan pemerintah sebagai penentu ke-berlangsung-gan industri ini di masa kini dan mendatang.
