UNESCO Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Besar Keagamaan

0
ac9d4e61af3e68bcf5d886132c679b4c

Organisasi, Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari besar keagamaan. Keputusan ini dibagikan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Paris melalui akun Instagram resminya.

Dalam unggahan tersebut, @indonesiainparis menyampaikan ungkapan syukur atas pengakuan tersebut. “Alhamdulillah, atas usulan Indonesia, dan didukung lebih dari 30 negara, UNESCO telah mengakui Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha sebagai Hari Besar Keagamaan,” tulis Kedubes Indonesia di Paris.

Penetapan ini didasarkan pada usulan dari Indonesia yang didukung oleh lebih dari 30 negara. Salah satu poin penting dalam keputusan ini adalah meminta UNESCO untuk tidak menyelenggarakan pertemuan resmi apapun di Markas Besar UNESCO di Paris selama kedua hari raya umat Muslim.

“Salah satu poin keputusannya adalah meminta UNESCO untuk memastikan bahwa pada kedua hari tersebut, UNESCO tidak akan menyelenggarakan pertemuan resmi apapun di Markas Besar UNESCO di Paris,” lanjut keterangan Kedubes RI di Paris.

Usulan tersebut disampaikan oleh Indonesia pada sidang ke-219 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris pada 26 Maret dan disetujui secara aklamasi sebagai hasil keputusan sidang.

Sejumlah negara turut mendukung pengakuan ini, antara lain Aljazair, Bangladesh, Kolombia, Pantai Gading, Djibouti, Mesir, Indonesia, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Mali, Mauritania, Maroko, Oman, Filipina, Qatar, Rusia, Arab Saudi, Palestina, Sudan, Arab Saudi, Tunisia, dan Yaman.

Dalam dokumen resmi di situs UNESCO, pengakuan terhadap Idul Fitri dan Idul Adha dijelaskan sebagai bentuk komitmen UNESCO dalam merangkul keragaman budaya dan agama dari negara-negara anggota, serta sebagai upaya menghormati kepercayaan dan tradisi budaya yang ada.

Dengan menetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Besar Keagamaan, UNESCO memberikan penghormatan kepada warisan dan tradisi budaya Islam yang kaya, serta nilai-nilai seperti refleksi diri, kekerabatan, dan penanaman rasa syukur, empati, dan kasih sayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *