Unhas dan PSMTI Sulsel Resmikan Kantin “Bhinneka Tunggal Ika” Sebagai Simbol Toleransi dan Kebersamaan Budaya
Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan meresmikan sebuah kantin bertema kebinekaan yang diberi nama “Bhinneka Tunggal Ika”, pada Kamis, (15/7/2025). Kantin ini dibangun sebagai wadah interaksi sosial lintas budaya yang berlokasi di Fakultas Peternakan Unhas, Makassar.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dan Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta. Acara ini menjadi momen bersejarah yang menandai komitmen kedua belah pihak dalam menciptakan ruang publik inklusif di lingkungan akademik.
Dengan luas sekitar 400 meter persegi, Kantin Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya ditujukan sebagai fasilitas konsumsi semata, melainkan juga sebagai tempat perjumpaan antar mahasiswa dan sivitas akademika dari berbagai latar belakang budaya dan etnis. Tempat ini diharapkan menjadi ruang interaksi yang sehat, terbuka, dan produktif bagi pertukaran ide dan semangat kolaboratif.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyampaikan bahwa pembangunan kantin ini mencerminkan komitmen nyata Unhas dalam mendukung penguatan nilai-nilai keberagaman serta kolaborasi lintas komunitas. Menurutnya, inisiatif ini lebih dari sekadar simbol, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan atmosfer kampus yang inklusif dan progresif.
“Kehadiran kantin ini bukan hanya untuk melayani kebutuhan makan, tapi juga menjadi ruang sosial yang menyatukan berbagai elemen budaya di kampus. Harapannya, ini akan mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa,” ujar Prof. Jamaluddin.
Ia menambahkan bahwa keberagaman merupakan aset berharga bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kemajuan bersama. Menurutnya, kampus adalah tempat ideal untuk menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini kepada generasi muda.
Lebih lanjtu, Rektor Unhas menyebut bahwa kerja sama antara Unhas dan PSMTI merupakan langkah strategis untuk memperluas pemahaman lintas budaya sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa.
“Hal ini juga sejalan dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan terkait pengembangan kampus ramah budaya,” sambungnya.

Sementara itu, Wilianto Tanta menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah wujud konkret dari komitmen PSMTI terhadap penguatan harmoni sosial di lingkungan pendidikan tinggi. Ia percaya bahwa dunia pendidikan harus menjadi cerminan inklusi sosial, di mana perbedaan diterima dan dihargai sebagai kekayaan bersama.
“Melalui proyek seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah sesuatu yang harus dirayakan, bukan ditakuti. Mahasiswa bisa belajar dari perbedaan dan menjadikannya bekal dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Wilianto.
Kantin ini sesungguhnya telah berdiri sejak tahun 2018, dengan bantuan dari PSMTI Makassar. Bahkan, Wakil Presiden RI saat itu, Jusuf Kalla, sempat meresmikannya secara simbolis. Kini, dengan wajah baru dan semangat yang diperbarui, Kantin Bhinneka Tunggal Ika hadir sebagai ruang yang membawa misi kebersamaan.

PSMTI sendiri dikenal aktif menjalankan program-program sosial berbasis harmoni budaya dan menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk sejumlah universitas di Tiongkok.
Kehadiran Kantin Bhinneka Tunggal Ika diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk menciptakan ruang publik yang menghargai perbedaan dan menumbuhkan semangat persatuan.
