Untar Tegaskan Peran Perguruan Tinggi sebagai Agen Perubahan
Rektor Untar Amad Sudiro menyampaikan sambutan pada acara Halalbihalal Untar (Foto: Humas Untar)
El John News, Jakarta-Rektor Universitas Tarumanagara, Amad Sudiro, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mengambil peran aktif sebagai agen perubahan, bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar Untar yang digelar di Kampus I Untar, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dalam sambutannya, Amad Sudiro mendorong sivitas akademika untuk berani melangkah lebih progresif dengan mengedepankan kreativitas, inovasi, serta kolaborasi lintas disiplin ilmu. Menurutnya, tantangan ke depan menuntut perguruan tinggi untuk mampu melahirkan gagasan dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat
“Ke depan, kita harus berani melangkah lebih progresif dengan mengedepankan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi lintas bidang,” ujarnya.
Ia juga menilai momentum Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan pembaruan, tidak hanya secara individu, tetapi juga dalam pengelolaan institusi pendidikan. Semangat kebersamaan dan keharmonisan di lingkungan kampus, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan perguruan tinggi.
“Dari situlah lahir semangat baru untuk terus berkontribusi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof Ariawan Gunadi, menyampaikan bahwa tema Halalbihalal tahun ini, “Beyond Forgiveness, Toward Unity”, mengandung makna ajakan untuk melampaui sekadar saling memaafkan menuju penguatan persatuan dan aksi nyata.
Ia menilai tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Untar untuk memperluas kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan peluang pengembangan bagi setiap individu di lingkungan kampus.
“Dengan kerja keras dan kolaborasi, setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.
Kegiatan Halalbihalal yang dihadiri pimpinan serta sivitas akademika tersebut menjadi sarana mempererat sinergi sekaligus mendorong lahirnya inovasi di lingkungan perguruan tinggi.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Untar juga menanggapi kebijakan efisiensi yang dianjurkan pemerintah. Ia menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut sebagai upaya optimalisasi sumber daya tanpa mengurangi kualitas pendidikan, melalui penguatan digitalisasi, penyesuaian prioritas program, serta peningkatan tata kelola.
Menurutnya, efisiensi justru dapat menjadi momentum untuk mendorong inovasi dalam proses pembelajaran berbasis teknologi, sehingga pengalaman belajar mahasiswa dapat semakin meningkat.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Tarumanagara menegaskan bahwa pihak yayasan mendukung penuh kebijakan efisiensi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional. Efisiensi, menurutnya, bukan sekadar penghematan, melainkan optimalisasi melalui peningkatan efektivitas, pemanfaatan teknologi, dan penguatan sinergi, dengan tetap menjaga kualitas pendidikan.
