Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Indonesia, Pandemi Semakin Berat
Varian baru virus Corona yang ditemukan di Inggris ternyata sudah masuk ke Indonesia. Hasil mutasi virus Corona ini, diketahui tepat satu tahun masuknya virus yang mudah menular itu ke Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu.
Muncul varian baru ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante dalam kegiatan Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi, yang disiarkan juga secara virtual di Youtube Kemenristek/BRIN pada Selasa (2/3/2021).
“Kalau satu tahun yang lalu kita menemukan kasus 01 dan 02 COVID-19, tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa tepat satu tahun hari ini, kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia,” kata Dante.
Dante menjelaskan, virus itu ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 462 sample dengan metode Whole Genome Sequence (WGS). Alhasil ada dua virus yang sama persis apa yang ditemukan di Inggris. Sampel-sampel tersebut terbanyak diambil dari Lima provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dante menyebut, varian baru ini lebih dahsyat daya tularnya dari manusia ke manusia. “Varian baru virus Corona asal Inggris dikenal 70 persen lebih menular dari varian sebelumnya. arian ini menjadi biang kerok melonjaknya kasus Covid-19 di Negeri Ratu Elizabeth pada Desember 2020 lalu,” sebut dokter spesialis penyakit dalam yang juga pakar diabetes molekuler ini.
Menurut Dante, dengan muncul mutasi virus corona ini akan tantangan penanganan pandemi COvid-19 lebih berat. Untuk mengatasinya harus ada gerak cepat dalam melakukan riset dan studi epidemiologis.
Refleksi itu akan membuat tantangan baru kita ke depan untuk lebih mengembangkan proses-proses yang berkaitan dengan riset yang semakin cepat, model-model penanganan yang lebih baik, dan studi-studi epidemiologis secara analitik, karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita.”
Sementgara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Subandrio mengungkapkan varian baru virus corona Inggris ini sudah ditemukan di Indonesia beberapa pekan lalu.
“Kasusnya sebenarnya kasus impor yang datang di Indonesia, dan datangnya bukan tadi malam. Datangnya beberapa minggu yang lalu. Karena berbagai prosedur baru terdeteksi ada dua kasus,” kata Amin.
Amin mengatakan pihaknya bersama Kemenristek/BRIN dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan telah bekerjasama sejak tahun lalu untuk menemukan strain baru virus corona yang dinilai dinilai lebih cepat menyebar dan mematikan itu.