Wagub Andi Sudirman Tinjau Galery Inovasi Pelayanan Publik OPD

0
WhatsApp-Image-2019-04-25-at-14.25.43-1074x483

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Jambore Inovasi Pelayanan Publik di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Kamis (25/4). Pada kegiatan ini, ditampilkan sejumlah inovasi yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se Sulsel.

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang membuka acara juga menyempatkan diri meninjau Galery Inovasi yang ada.

Galery Inovasi ini merupakan pelayanan publik. Memamerkan produk-produk, buku-buku praktik baik dan booklet serta lefleat tentang Inovasi Pelayanan Publik. Sebanyak 17 peserta pameran berasal dari 4 lembaga mitra pembangunan, 4 OPD provinsi dan 9 Kabupaten/kota yang memamerkan produk inovasi pelayanan publik.

Wagub meninjau galery inovasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, menampilkan Inovasi Sejuta Ikan. Andi Sudirman juga sempat menikmati sajian shusi yang disajikan.

Dinas Sosial Provinsi Sulsel misalnya turut ambil bagian pada kegiatan ini. Bersama dengan OPD lain yang memiliki inovasi pelayanan publik, Dinas Sosial Sulsel juga memamerkan inovasi yang dilakukan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Ilham A Gazaling menjelaskan, inovasi yang ditampilkan Dinas Sosial Sulsel adalah Sistem Informasi Logistik (Simlog).

“Simlog ini pada dasarnya adalah sistem keluar masuk barang logistik bantuan yang berbasis online. Dengan adanya Simlog ini, maka proses administrasi keluar masuk barang di gudang logistik bisa dilakukan dengan cepat,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Ilham, proses penyaluran bantuan bagi korban bencana di Sulawesi Selatan juga bisa dilakukan dengan cepat.

“Dengan adanya percepatan administrasi, maka secara otomatis proses penyaluran ke masyarakat juga bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Selain itu menurut Ilham, dengan adanya Simlog ini, maka proses pengelolaan bantuan logistik ini juga menjadi lebih transparan. Sehingga, dapat menghindari tindakan-tindakan penyelewengan terhadap bantuan logistik bencana.

“Dengan adanya Simlog ini, maka semua proses keluar masuknya barang bisa terpantau secara real time. Jika ada barang yang keluar tanpa laporan pasti akan ketahuan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *