Wagub Sumatera Utara : September 2018, Pelabuhan Hubungan Internasional Kuala Tanjung Siap Beroperasi
Pernahkah anda membayangkan kalau Provinsi Sumatera Utara dalam waktu dekat akan jadi mirip dengan negara Singapura? Sudah tidak mustahil lagi membayangkan Sumatera Utara akan punya fasilitas penunjang ekonomi dan pariwisata sekelas Harbourfront di Singapura.
Kemiripan yang dimaksud adalah menyusul rampungnya pembangunan Pelabuhan Hubungan Internasional Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara.
“2 hari sebelum masuk bulan puasa, saya cek langsung ke lokasi, pekerjaan lainnya sudah 98%, darat 89%, tinggal satu atau dua bulan lagi selesai. Kalau ada izin dari Tuhan, Pelabuhan Hub International Kuala Tanjung akan diresmikan September 2018,” kata Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung, saat menghadiri pelantikan pengurus DPD GPEI Sumut periode baru di Medan, pada hari Kamis (31/5).

Dia sempat bercerita terkait progres pembangunan Pelabuhan Hub International Kuala Tanjung yang dianggap sangat lambat pada tahun lalu. Karena itu, dia pun akhirnya menemui langsung Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan.
“Saya bilang ke Pak Luhut, kalau seperti itu pembangunannya, 2023 baru diresmikan. Akhirnya Pak Luhut meninjau lokasi sebanyak 2 kali, setelah itu rapat beberapa kali, dan hasilnya 9 bulan terakhir progres pembangunan sangat signifikan, hampir selesai,” jelasnya.
Wagub Sumatera Utara ini pun menambahkan, Pelabuhan Hub International Kuala Tanjung sudah pernah diuji coba, dan 4 kali kapal besar bersandar di sana.
“Kalau diresmikan September, cita-cita Pak Presiden 1 juta kontainer akan hadir di Hub Internasional Kuala Tanjung,” bebernya.
Semula, kata dia, akan ada pembangunan tahap kedua dan ketiga. Hanya saja pembangunan tahap 1 sudah memenuhi syarat untuk 500 kapal dan 500 kontainer.
Sementara itu, di lokasi terpisah manajemen PT Pelabuhan Indonesia I mengungkapkan keyakinannya bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung dapat beroperasi pada 2018. Hal itu sesuai target yang dicanangkan Perseroan dalam mewujudkan program tol laut pemerintah untuk menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub internasional di kawasan barat dalam memperlancar arus logistik barang ekspor dan impor ke Indonesia.
Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana mengatakan, saat ini progres pembangunan fisik tahap I, yakni terminal multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung telah mencapai 96,33% untuk sisi laut, serta 77,07% untuk sisi darat.
Berbagai pekerjaan konstruksi dasar seperti dermaga 500×600 m selesai, Trestle panjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch, serta lapangan penumpukan di darat yang dilengkapi dengan fasisiltas terminal, sebagian besar telah selesai pengerjaannya.
Saat ini, kontraktor fisik tengah melakukan finishing di beberapa bagian, dan tentunya setelah melewati masa comissioning, maka Pelabuhan Kuala Tanjung siap melayani arus keluar masuk barang dan penumpang ke seluruh Indonesia dan luar negeri.
“Saat ini progres pembangunan sudah hampir selesai, sehingga kami optimistis terminal multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung dapat beroperasi sesuai jadwal,” sebut Eka.
