Wamen ESDM Minta Infrastruktur Penunjang SPBG Disiapkan

0
wamen esdm supir bajaj

Kementerian ESDM terus memperhatikan kelayakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk memastikan hal itu, Wakil Menteri ESDm Archandra Tahar meminta infrastruktur penunjang SPBG dipersiapkan agar konversi dari bahan bakar minyak menjadi gas bisa dipercepat. Hal itu disampaikan Archandra usai menghadiri pembukaan Natural Gas Vehicles (NGV) & Infrastructure Indonesia Forum & Exhibition yang ke-11. di Monas, Jakarta, Senin, 13 Maret 2017.

Bekas Menteri ESDM ini mengatakan, pipa jaringan gas dan terminal distributor seharusnya tersedia lebih awal agar konversi dapat berjalan lebih baik. “”Ini seperti ayam dan telur lebih dulu yang mana, namun saya kira apabila ketersediaan gas juga masih ada, untuk menunjang konversi ada baiknya infrastruktur seperti SPBG, pipa jaringan gas dan terminal distributor gas tersedia dulu,” kata Archandra.

Berdasarkan data, penggunaan BBM terbesar terdapat pada sektor transportasi. Disusul pada posisi kedua, adalah listrik, dan selanjutnya yang ketiga adalah kebutuhan rumah tangga, demikian catatan yang dijabarkan Archandra.
Menurut Archandra dalam perkembangannya kendaraan telah tumbuh dua kali lipat setiap tahun. Hal itu dilihat dari data yang ia pegang yakni konsumsi BBM pada transportasi pertumbuhannya mencapai 13 persen per tahun, sementara di ekonomi hanya kisaran 5,5 persen.

Sementara dalam acara Natural Gas Vehicles (NGV) & Infrastructure Indonesia Forum & Exhibition yang ke-11. Archandra sempat menjadi supir bajaj dengan membawa penumpang yakni Dirjen Migas IGN Wiratmaja.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dari kementerian ESDM, Asosiasi Pengusaha CNG Indonesia (APCNGI), dan Asia Pacific Natural Gas Vehicles Association (ANGVA). Selain media komunikasi dan promosi, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk sosialisasi dan kampanye pemanfatan gas alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *