Wapres JK Sebut Jepang Ingin Memperluas Investasinya di Indonesia

0
Jusuf-Kalla-pidato-di-Tokyo-e1528870653852-1024x616

Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla mengapresiasi keinginan Pemerintah Jepang yang ingin diberi kesempatan lebih besar untuk berinvestasi di Indonesia. Investasi yang akan diperluas itu diantaranya investasi di sektor otomotif dan perdagangan.

Keinginan Pemerintah Jepang ini terlontar saat  Wapres di Tokyo, Jepang. Seperti diketahui Wapres berada di Tokyo untuk menghadiri acara The 24th International Conference on the Future of Asia di Hotel Imperial Tokyo, Jepang sejak Senin, 11 Juni 2018 hingga Rabu, 13 Juni 2018.

Wapres menyebut permintaan untuk menambah investasi di Indonesia sudah menjadi keputusan yang bulat bagi Pemerintah Jepang.

“Tidak banyak sebenarnya, hanya minta diberikan kesempatan yang lebih besar. Jadi mereka tetap memperbesar investasi di Indonesia, dan malah cenderung untuk menambah kelompok-kelompok investasi,” kata Wapres Jusuf Kalla di Tokyo, Rabu, 13 Juni 2018.

Wapres pun sedikit membocorkan investasi yang akan dibangun Jepang di Indonesia, salah satunya dari MUFG Bank, Bank tersebut telah menawarkan diri untuk menggandeng usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia untuk mendukung industri kecil dan menengah di Tanah Air.

“Jadi sebenarnya Jepang melihat kita dalam dua hal, yakni potensi pasar yang besar dan potensi tenaga kerja yang besar. Semuanya begitu keingingannya, meningkatkan investasi. Tidak ada yang menyampaikan keluhannya,” jelasnya.

Pola pikir Pemerintah dan pengusaha swasta Jepang dalam berinvestasi mulai bergeser. Dahulu, investasi Jepang di Indonesia didasarkan sesuai dengan keinginan pemberi modal. Kini, investasi tersebut dilakukan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Pemerintah Indonesia

Dalam rangkaian acara tersebut, selain menyampaikan pidato, Wapres Kalla juga menerima sejumlah kunjungan kehormatan dari Deputi Perdana Menteri Vietnam Truong Hoa Binh, MUFG Bank, Marubeni Corporation, Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia (Japinda) dan Menteri Pembangunan Ekonomi, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perdagangan dan Pertumbuhan Ekspor Selandia Baru David Parker. (Sumber Warta Ekonomi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *