DestinationMarine TourismTourism

Wisata Pantai di Jateng Akan Ditawarkan Kepada Wisatawan China

Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama ini mengumumkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada bulan April 2017 lalu. Catatan BPS menyebutkan jumlah kunjungan wisman pada bulan April mencapai  1,14 juta wisman atau meningkat sebanyak 76 ribu wisman atau  7,09 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya yang hanya mencapai 1.07 juta wisman. Jumlah kunjungan wisman tersebut masih didominasi oleh wisatawan asal China dengan presentase mencapai 15,8 persen.

Namun wisatawan asal China yang mendominasi jumlah kunjungan wisman ke Indonesia tidak berkunjung ke Jawa Tengah. Hal itu diakui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyebutkan  bahwa jumlah wisatawan asal China yang mengunjungi Jateng relatif kecil.  Karena itu Pemprov Jateng, akan membidik sebanyak-banyaknya wisatawan asal China untuk menikmati pantai yang dimiliki Jateng seperti Karimunjawa.

“Tahun depan kami akan membidik Tiongkok dengan mengandalkan Karimunjawa dan pantai lainnya, karena Tiongkok tidak mempunyai pantai,” kata Kabid Pemasaran Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jateng, Trenggono, seusai menghadiri Fam Trip dan Silaturahmi Bisnis Pariwisata Nusantara di Magelang, Sabtu, 3 Juni 2017. Kegiatan itu dihadiri 200 biro wisata, paguyuban, dan pelaku wisata di Pulau Jawa.

Menurut Trenggono berdasarkan survey yang dilakukan Dinas  Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jateng bahwa wisatawan China kurang tertarik dengan kebudayaan,  namun wisatawan asal negeri Panda itu lebih menyukai berwisata ke Pantai. Karena itu Karimunjawa dengan keindahan alamnya akan dipromosikan kepada warga China. Selain itu, bakal ditawarkan pantai-pantai di pesisir selatan Jateng yang tidak kalah menariknya.

.“Tiongkok mempunyai ikatan emosional dengan kita, antara lain jejak peninggalan Panglima Cheng Ho di Semarang berupa Kelenteng Sam Po Kong,” katanya sebagaimana dipublikasikan Kantor Berita Antara, Minggu, 4 Juni 2017.

Trenggono mengakui ada kendala yang dihadapi untuk menggarap  wisatawan asal China ini. Kendala itu yakni masalah konektivitas. Saat ini belum ada penerbangan langsung dari China menuju Jateng.  Jalurnya hanya ada melalui Jakarta, Bali atau Batam.

“Dari situ untuk ke Jateng harus transit lagi, kami akan membidik mana pasar-pasar yang memungkinkan,” katanya.

Ia menuturkan tahun depan pihaknya berupaya untuk ikut travel mark di Tiongkok, saat ini dia sedang mempersiapkan produk-produk berbahasa mandarin.

“Website yang yang kami miliki saat ini baru berbahasa Inggris dan Indonesia, ke depan  juga berbahasa mandarin,” katanya.

Menurut dia pihaknya memilih wisatawan Tiongkok karena potensinya besar sekali, namun yang berkunjung ke Indonesia, khususnya Jateng masih relatif kecil.

Ia mengatakan pihaknya juga akan kerja sama dengan Kementerian Pariwisa, mungkin dari Kementerian Pariwisata bisa memberikan insentif, saat ini sudah free visa, barang kali ke depan ada insentif.

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button