Wisatawan Nusantara Memadati Destinasi Wisata Bahari di Kawasan Sumenep
Menteri Pariwisata yaitu Arief Yahya sudah memprediksikan di masa libur Lebaran destinasi wisata akan diserbu oleh wisatawan nampaknya terealisasikan. Nyatanya rendahnya okupansi yang terjadi di bulan puasa, bisa terkompensasi di liburan Lebaran.
Salah satunya adalah di tempat-tempat wisata pantai di Sumenep. Setiap hari total pengunjung mencapai 3 ribu lebih. Jumlah itu merupakan akumulasi dari beberapa lokasi wisata yang tersebar di Sumenep.
Lokasi wisata kebanyakan berada di di pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Madura. Di antaranya, wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang- Batang, dan Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk. Lalu, wisata kesehatan di Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek; Pantai Sembilan, Kecamatan Giligenting; dan Pulau Gili Labak, Kecamatan Talango.
Kepala Disparbudpora Sumenep Sufiyanto menuturkan, paling banyak kunjungan ke Pantai Sembilan dan Lombang. Sejak H + 2 Lebaran, kunjungan ke Pantai Sembilan setiap hari mencapai 2 ribu lebih.
Untuk Pantai Lombang kisarannya adalah seribu lebih. Kemudian disusul Pulau Gili Labak dan Slopeng. Sufiyanto mengatakan bahwa pengunjung terus bertambah sampai Lebaran Ketupat. ”Selain fasilitas lebih lengkap, sarana bermain banyak. Pengunjung merasa enak selama di sana,” ujar Sufiyanto.
Pihaknya berkolaborasi dengan pengelola tempat-tempat wisata mendorong untuk memaksimalkan promosi. Sehingga nantinya mereka yang akan liburan menemukan referensi tepat dalam mencari tujuan wisata.
Dengan kunjungan wisatawan ke Sumenep semakin meningkat. Sutlan, pengelola Pantai Sembilan, mengatakan bahwa kunjungan setelah Lebaran meningkat tajam. Bahkan dengan lonjakan kunjungan ada yang tidak mendapat penginapan sehingga harus mendirikan tenda dikarenakan penginapan yang terbatas.
Sutlan yang sekaligus Kades Bringsang menjelaskan di lebaran ini sekitar 2000 wisatawan nusantara mengunjungi Pantai Sembilan.
“Mereka datang pagi dengan rombongan besar, biasanya sampai 10 orang, lalu sorenya mereka pulang,” papar Sutlan.
Sutlan mengatakan bahwa saat ini ketersediaan homestay yang masih kurang mencukupi padahal banyak yang ingin menginap, tapi karena fasilitas penginapan baru ada tujuh homestay dimana satu homestay bisa diisi 10 orang.
“Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa nambah lagi jadi 20 homestay. Sehingga semalam bisa menampung 200 an pengunjung,” tukas Sutlan.
Untuk mereka yang menginap menurut Sutlan biasanya ingin menikmati waktu pagi hari di Pulau Sembilan. Kadang juga mancing dan menyewa perahu. Lalu ikan yang diperolehnya dibakar setelah sampai di Pantai Sembilan.
“Kami siapkan semuanya. Bahkan untuk tungku pembakaran ikan juga kami sediakan. Kami ingin para pengunjung senang selama berlibur di Pantai Sembilan,” jelas Sutlan.
Terdapat pula permainan air yang sudah disiapkan seperti banana boat, berkano di seputar pantai, serta sebagian lainnya ada yang menggunakan boat berkeliling ke beberapa pulau kecil di sekitar pulau Giligenting.
Para wisatawan lokal tersebut berasal dari Madura maupun luar Madura seperti Surabaya, Probolinggo, Situbondo. Mereka menikmati keindahan pantai. Ada yang mancing dan mandi di bibir pantai bersama keluarga.
“Asyik banget di sini, nggak kalah dengan Bali, apalagi bisa bakar ikan di tepi pantai,” ujar Dewita, wisatawan asal Sidoarjo.
